Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (GOTAAS) yang dicetus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kudus dan Pemerintah Kabupaten Kudus.

Penyerahan secara simbolis pun dilakukan Kepala BPJS Kudus Agustian Fardianto didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus dr Andini Aridewi dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kudus Ahmad Syaifuddin di Puskesmas Dawe, Sabtu (3/12/2022).

”Kegiatan ini sebagai bentuk tanggung jawab, komitmen dan kepedulian kami terhadap masyarakat,” ucapnya.

Baca:Junk Food Bisa jadi Penyebab Awal Stunting, Benarkah?

BPJS, lanjut Ardi, akan terus berkomitmen mendukung penanganan stunting di Kota Kretek. Dia ikut mengajak para orang tua yang kini tengah merawat anak stunting untuk terus bersemangat. Utamanya dalam memberikan gizi yang baik.

Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi berharap kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat. Sehingga bisa menyelamatkan generasi penerus dengan mengupayakan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
Kepala DKK Kudus dr Andini Aridewi berharap kegiatan yang dilaksanakan ini dapat memberikan manfaat. Sehingga bisa menyelamatkan generasi penerus dengan mengupayakan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.”Ini adalah upaya kita bersama, tidak hanya dibantu pemberian makanan tambahan (PMT), seperti susu, telur dan sebagainya, tapi intinya adalah apa yang disampaikan oleh dokter atau tim medis dapat dilaksanakan di rumah,” pungkasnya.Ketua IDI Kudus dr Ahmad Syaifuddin juga ikut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPJS Kesehatan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus. Mereka dinilai telah ikut membantu pelaksanaan Gerakan Orang Tua Asuh Anak Stunting (Gotaas) di Kabupaten Kudus.”Harapanya dalam penuntasan stunting ini semua pihak berperan, terutama dari keluarga, orang tua sebagai pendidik terdekat yang memantau perkembangan anaknya, agar dapat tumbuh berkembang dengan baik,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler