Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Penyalurannya sudah dimulai akhir pekan kemarin di Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus.

DID merupakan hadiah dari pemerintah pusat atas keberhasilan Pemkab Kudus menekan inflasi daerah. Nilai totalnya adalah sebesar Rp 10,4 miliar. Sementara untuk pencairan BLT dianggarkan sebesar Rp 2,9 miliar.

”Untuk jumlah penerimanya ada sebanyak 5.817 orang, sementara anggaran yang terpakai adalah sekitar Rp 2,8 miliar,” kata Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Agung Karyanto Senin (5/12/2022).

Sebelum dilakukan pencairan, lanjut Agung, pihak dinas dibantu tenaga survei PKH Kementerian Sosial melakukan verifikasi lapangan terlebih dahulu. Mengingat salah satu kriteria penerima bantuan ini adalah masyarakat kategori miskin ekstrem.

”Kami juga memadukan dengan data dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), jadi benar-benar tepat sasaran,” sambungnya.

Baca: 6.430 Warga Kudus Terima BLT BBM dari Pemkab Sebesar Rp 450 Ribu

Agung berharap, dengan disalurkannya bantuan ini, masyarakat Kudus yang terdampak kenaikan harga inflasi masih bisa memenuhi kebutuhan pokoknya sehari-hari. ”Serta laju inflasi juga bisa terkendali,” pungkasnya.Pelaksana Harian (Plh) Bupati Kudus Samani Intakoris mengaku optimis Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bisa menekan inflasi lebih baik lagi di tahun depan.Pada tahun ini utamanya di akhir tahun ini, kata Samani, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus memang sedang bejibaku menurunkan laju inflasi dengan sejumlah cara. Mulai dari pasar rakyat, pasar murah, hingga pemberian bantuan langsung tunai.”Di tahun depan kami yakin pemerintah daerah bisa mengatasi inflasi lebih baik, program-program Pak Bupati Hartopo juga tebukti cukup berhasil menjelang akhir tahun ini, jadi kemungkinan strateginya akan sama dan ada inovasi,” ucap Samani. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler