Minggu, 26 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Bidang Fasilitasi Perdagangan, Promosi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Kudus Minan Mochamad mengatakan, pihaknya tidak bisa serta merta menyetujui permintaan untuk menjadi pangkalan elpiji.

Apalagi untuk saat ini sudah ada seribuan titik pangkalan yang tersebar di sembilan kecamatan di Kota Kretek. Bila ditambah lagi, dikhawatirkan akan mengganggu proses distribusi elpiji.

”Memang saat ini yang banyak itu pada minta mendirikan pangkalan, tapi ya tidak bisa asal karena sekarang jumlahnya sudah banyak,” katanya, Senin (12/12/2022).

Baca: Pingin Hemat Gas Elpiji saat Memasak Daging Sapi? Coba Pakai Cara Ini

Sementara menjelang akhir tahun ini, pasokan gas elpiji di Kudus berada dalam taraf aman. Begitu juga dengan permintaan yang cenderung masih stabil.

”Kalau itu masih fluktuasi, tapi lebih ke aman menjelang akhir tahun ini,” pungkasnya.Kabupaten Kudus pada tahun 2022 mendapat alokasi sebanyak 29,4 juta tabung.Adapun penyaluran elpiji bersubsidi di Kabupaten Kudus dilakukan oleh 14 agen elpiji. Sementara untuk jumlah pangkalannya mencapai 1.078 titik yang tersebar di sembilan kecamatan. Mulai dari Kecamatan Kota, Jekulo, Dawe, Bae, Mejobo, Jati, Kaliwungu, Undaan dan Gebog. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler