Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana bilamana terjadi peristiwa kebencanaan di rentan waktu itu. Mengingat puncak cuaca buruk di Kudus diperkirakan terjadi di Januari 2023.
”Baik dari segi infastruktur, penanganan, dan bantuan kedaruratan sudah siap,” ucap Subkoordinator Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munadji, Senin (19/12/2022).
Untuk saat ini, lanjut Munadji, BPBD Kudus masih terus menyosialisasikan tanggap siaga bencana di desa-desa di wilayah rawan bencana di Kudus. Dengan tujuan, mereka bisa ikut menangani kebencanaan secara mandiri.
”Karena memang puncaknya terjadi di Januari, namun di bulan Febuari, dan Maret kan dimungkinkan juga terjadi, ini yang kami antisipasi,” sambungnya.
Pihak BPBD telah menyiagakan sekitan 500-an relawan untuk bersiap menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi di akhir tahun 2022 ini.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



