Nataru, Organda di eks-Karesidenan Pati Minta Tak Dibatasi Beli Solar
Anggara Jiwandhana
Kamis, 22 Desember 2022 13:48:25
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Organda beralasan, ketika pembelian solar dibatasi, pengusaha akan mengeluarkan ongkos lebih untuk pembelian Pertamina Dex. Sementara saat ini, traffic mereka sedang cukup tinggi sehingga membutuhkan bahan bakar minyak (BBM) yang banyak.
”Pengusaha hanya meminta untuk tidak dibatasi saja untuk saat ini karena sedang tinggi tingkat jalannya,” kata Koordinator Wilayah Organda eks-Karesidenan Pati Mahmudun, Kamis (22/12/2022).
Kebijakan ini sendiri sempat coba dijalankan. Namun hasilnya, pengusaha angkutan keteteran untuk mencukupi kebutuhan bahan BBM. Utamanya yang menyediakan trayek jauh seperti Jakarta-Bandung.
”Kemarin kami mengadakan pertemuan dan munculah kesepakatan atas keberatan ini, memang jika dihitung-hitung, kebutuhan solar untuk ke Jakarta saja adalah sebanyak 350 liter, nah ini dibatasi 200 liter per harinya saja kan ya sangat kurang,” ujarnya.
Baca: Organda se eks-Karesidenan Pati Keberatan Pembatasan Solar
Oleh karena itulah Organda berharap pemerintah dalam hal ini Pertamina tidak membatasi pembelian solar untuk transportasi umum. Karena akan sangat berdampak pada harga tiket konsumen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



