Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sementara peristiwa kebencanaan banjir dan tanah longsor, terjadi sebanyak 16 dan 33 kali. Di mana dua peristiwa ini banyak terjadi di awal tahun 2022 kemarin.

Subkoordinator Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Munadji mengungkapkan hal tersebut, Jumat (23/12/2022).

”Sementara bila direkapitulasi secara total, jumlah peristiwa kebencanaan dan kedaruratan di Kudus dari Januari hingga November 2022 kemarin terjadi sebanyak 501 kali,” ujarnya.

BPBD telah menyiagakan sekitan 500-an relawan untuk bersiap menghadapi bencana alam yang mungkin terjadi di akhir tahun 2022 hingga awal 2023 besok.

Jumlah tersebut, kini tersebar di sembilan kecamatan di Kota Kretek dan siap sedia bila sewaktu-waktu terjadi bencana alam.

Baca: Lima Hari Dibuka, Pelamar PPS di Kudus Tembus Seribuan Orang

Relawan juga dibagi ke dalam spesialis-spesialis penanggulangan bencana. Mulai dari spesialis banjir dan longsor hingga spesialis penanganan angin kencang atau evakuasi korban tenggelam dan kebakaran.Namun dalam pelaksanaannya tetap dilakukan secara kondisional dengan memperhitungkan jarak relawan dengan lokasi kejadian.”Kalau diinvetarisir ada sekitar 500-an orang relawan, itu dari berbagai organisasi kemanusiaan juga,” pungkasnya.Puncak cuaca buruk di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diperkirakan akan terjadi di awal tahun 2023 mendatang. Masyarakat di daerah rawan bencana pun diharapkan mulai bersiap dalam mengantisipasi ini. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler