Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pihaknya memastikan tak segan untuk menyeret pihak-pihak tersebut ke ranah hukum agar ada efek jera dari kalangan oknum tersebut.

Petugas Dinas Perhubungan Kudus yang kerap mengatur di kawasan tersebut diminta untuk tidak takut dengan mereka. Apalagi, secara regulasi, Taman Menara tersebut merupakan milik pemerintah daerah.

”Jadi kalau ada yang berani menguasai, maju saja, itu milik pemerintah daerah, jangan sampai dikuasai oknum-oknum,” kata Hartopo, Rabu (28/12/2022).

Peraturan Bupati (Perbup) terkait penataan kawasan Menara Kudus pun akan segera dibuat. Dengan harapan bisa menambah regulasi untuk memberantas praktik yang menyalahi aturan.

”Nanti akan kami atur. Saat ini sudah ada draftnya dan sudah berproses di bagian hukum,” tegas Hartopo.

Baca: Taman Menara Kudus Selesai Direvitalisasi, Begini Penampakannya

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto mengatakan, dalam Perbup tersebut akan mengatur sejumlah aspek. Mulai dari arus lalu lintas, penggunaan kawasan Taman Menara, hingga sentralisasi Terminal Bakalan Krapyak untuk ojek maupun angkutan.Catur memastikan sebelum Perbup tersebut dilaksanakan, akan ada uji publik terlebih dahulu agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.”Sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” pungkasnya.Rehabilitasi Taman Menara sendiri sudah rampung dilaksanakan pekan ini. Rencananya, taman tersebut steril dari para ojek. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler