Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Imbauan kepada camat-camat di Kabupate Kudus sudah dilakukan. Mereka diminta untuk menyiapkan lokasi pengungsian dan dapur umum sedini mungkin.

Sehingga ketika terjadi bencana, lokasi tersebut bisa langsung dipakai dan disuplai perbekalan logistiknya.

”Sudah, kami sudah ingatkan sejak awal, harus sudah ada tempat pengungsian dan sudah ada dapur umumnya, jadi kalau ada bencana bisa langsung dipakai,” kata Hartopo, Jumat (30/12/2022).

Pemkab Kudus, kata dia, juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk penanganan bencana. Seperti bencana banjir di Kesambi yang membutuhkan bantuan BBWS Pemali Juana.

”BPBD kemarin sudah kami suruh koordinasi, pokoknya saat ini harus standby semuanya,” ungkap Hartopo.

Baca: Cuaca Ekstrem, Warga Kudus Diimbau Tetap di Rumah saat Malam Tahun Baru

Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menetapkan status siaga bencana dari November 2022 hingga bulan Maret 2023 mendatang. Surat keputusan tersebut telah dikeluarkan Bupati Kudus HM Hartopo di bulan November.

Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana bilamana terjadi peristiwa kebencanaan di rentan waktu itu. Mengingat puncak cuaca buruk di Kudus diperkirakan terjadi di bulan Januari 2023.
Hal tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan bencana bilamana terjadi peristiwa kebencanaan di rentan waktu itu. Mengingat puncak cuaca buruk di Kudus diperkirakan terjadi di bulan Januari 2023.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus juga mengimbau masyarakat Kota Kretek untuk tetap di rumah saja saat malam pergantian tahun baru 2023 mendatang.Baca: Warga Kudus di Titik Rawan Longsor Diimbau MengungsiHal tersebut dikarenakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kudus pada tanggal 30 dan 31 Desember 2022 berpotensi memiliki cuaca yang ekstrem.Kepala pelaksana harian (BPBD) Kudus Mundir mengatakan, ketika tidak ada hal yang mendesak, warga Kudus diminta untuk tetap berada di rumah saat malam tahun baru.“Walau begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar rumah, hanya kami imbau untuk berhati-hati dengan anomali cuaca yang sedang tidak stabil,” imbaunya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler