Sabtu, 25 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tiga desa tersebut yakni Desa Setrokalangan di Kecamatan Kaliwungu, serta Desa Jati Wetan dan Desa Jati Kulon yang berada di Kecamatan Jati. Tiga desa ini merupakan desa rawan banjir dan menjadi langganan di tiap tahunnya.

Berdasar laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, banjir di Setrokalangan terjadi di Jalan Garung Desa Setrokalangan sepanjang 700 meter. Beberapa titik di desa itu juga terendam air setinggi kurang lebih 30 cm.

Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 45 kepala keluarga (KK). Untuk rumah terendam air adalah sebanyak lima unit.

Untuk Desa Jati Wetan, banjir menggenangi tiga dukuh. Yakni Dukuh Gendok, Dukuh Barisan, dan Dukuh Tanggulangin. Dengan kedalaman banjir kisaran 25 sampai 40 sentimeter.

Jumlah warga di desa ini tang terdampak banjir yakni 650 kepala keluarga (KK). Untuk rumah terendam air adalah sebanyak 70 unit.

Kemudian banjir di Desa Jati Kulon menggenangi Dukuh Kencing. Dengan kedalaman banjir berkisar di 30 sampai 50 sentimeter. Untuk jumlah warga terdampak adalah sebanyak 90 KK. Sementara rumah terendam air mencapai 40.

Baca: Tiga Desa di Dukuhseti Pati Kembali Diterjang Banjir
Baca: Tiga Desa di Dukuhseti Pati Kembali Diterjang BanjirKepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Mundir mengungkapkan, banjir di tiga desa tersebut terjadi akibat curah hujan yang tinggi di Kota Kretek. Yang kemudian menyebabkan peningkatan debit air Sungai Lusi dan Sungai Wulan di dua kecamatan itu meluap.”Saat ini kami terus memonitoring dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait,” kata Mundir, Sabtu (31/12/2022).Posko bencana hingga lokasi pengungsian pun telah disiapkan. BPBD bekerja sama dengan Pemerintah Desa Jati Wetan dan Jati Kulon untuk hal ini. Di mana lokasi pengungsian masing-masing berada di aula balai desa.”Pihak swasta juga mulai membantu pompa untuk penyedotan, sehingga diharapkan bisa lebih cepat tertanganinya untuk banjir ini,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler