Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rinciannya, banjir di tiga desa di Kecamatan Jati, yakni Desa Jati Wetan, Jetiskapuan, dan Jati Kulon membuat 4.200 jiwa terdampak.

Kemudian ada empat desa di Kecamatan Undaan, yakni Desa Ngemplak, Karangrowo, Wates, dan Undaan Lor. Dengan total warga terdampak banjir sebanyak 4.900 jiwa.

Di wilayah Kecamatan Mejobo, ada enam desa yang mengalami banjir. Yakni di Desa Kirig, Payaman, Gulang, Temulus, Kesambi, dan Golantepus. Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 3.700 jiwa.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Kaliwingu tepatnya di Desa Setrokalangan. Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 2.000 jiwa.

Baca: Balai Desa Jati Wetan Kudus Mulai Dipenuhi Pengungsi

Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kudus Mundir mengungkapkan, timnya masih terus mendata jumlah warga terdampak. Mengingat hujan masih turun dan ketinggian air juga masih naik.

Namun untuk saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 222 warga yang mengungsi di tiga lokasi yang berbeda.

”Hujan hari ini menyebabkan banyak sungai di Kudus limpas. Contoh saja Sungai Juana yang melimpas di Undaan, Sungai Kencing yang limpas ke Jati, dan Sungai Gelis yang melimpas ke Setro Kaliwungu,” ujar Mundir, Sabtu (31/12/2022).
”Hujan hari ini menyebabkan banyak sungai di Kudus limpas. Contoh saja Sungai Juana yang melimpas di Undaan, Sungai Kencing yang limpas ke Jati, dan Sungai Gelis yang melimpas ke Setro Kaliwungu,” ujar Mundir, Sabtu (31/12/2022).BPBD juga telah mengirimkan bantuan logistik ke sejumlah lokasi pengungsian. Penyiapan dapur darurat akan menjadi yang terpenting.”Oleh karena itu kami membutuhkan logistik pangan dan alat kebersihan cukup banyak,” pungkasnya.Baca: Hujan Angin di Kudus Bikin Beringin dan Tiang-Tiang Listrik RobohBPBD Kudus juga mengimbau masyarakat Kota Kretek untuk tetap di rumah saat malam pergantian tahun baru 2023 nanti. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kudus pada tanggal 30 dan 31 Desember 2022 berpotensi terjadi cuaca yang ekstrem.”Walau begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar rumah, hanya kami imbau untuk berhati-hati dengan anomaly cuaca yang sedang tidak stabil,” ucap Mundir. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler