Rinciannya, banjir di tiga desa di Kecamatan Jati, yakni Desa Jati Wetan, Jetiskapuan, dan Jati Kulon membuat 4.200 jiwa terdampak.
Kemudian ada empat desa di Kecamatan Undaan, yakni Desa Ngemplak, Karangrowo, Wates, dan Undaan Lor. Dengan total warga terdampak banjir sebanyak 4.900 jiwa.
Di wilayah Kecamatan Mejobo, ada enam desa yang mengalami banjir. Yakni di Desa Kirig, Payaman, Gulang, Temulus, Kesambi, dan Golantepus. Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 3.700 jiwa.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Kaliwingu tepatnya di Desa Setrokalangan. Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 2.000 jiwa.
Baca: Balai Desa Jati Wetan Kudus Mulai Dipenuhi PengungsiKepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kudus Mundir mengungkapkan, timnya masih terus mendata jumlah warga terdampak. Mengingat hujan masih turun dan ketinggian air juga masih naik.
Namun untuk saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 222 warga yang mengungsi di tiga lokasi yang berbeda.
”Hujan hari ini menyebabkan banyak sungai di Kudus limpas. Contoh saja Sungai Juana yang melimpas di Undaan, Sungai Kencing yang limpas ke Jati, dan Sungai Gelis yang melimpas ke Setro Kaliwungu,” ujar Mundir, Sabtu (31/12/2022).
”Hujan hari ini menyebabkan banyak sungai di Kudus limpas. Contoh saja Sungai Juana yang melimpas di Undaan, Sungai Kencing yang limpas ke Jati, dan Sungai Gelis yang melimpas ke Setro Kaliwungu,” ujar Mundir, Sabtu (31/12/2022).BPBD juga telah mengirimkan bantuan logistik ke sejumlah lokasi pengungsian. Penyiapan dapur darurat akan menjadi yang terpenting.”Oleh karena itu kami membutuhkan logistik pangan dan alat kebersihan cukup banyak,” pungkasnya.
Baca: Hujan Angin di Kudus Bikin Beringin dan Tiang-Tiang Listrik RobohBPBD Kudus juga mengimbau masyarakat Kota Kretek untuk tetap di rumah saat malam pergantian tahun baru 2023 nanti. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kudus pada tanggal 30 dan 31 Desember 2022 berpotensi terjadi cuaca yang ekstrem.”Walau begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar rumah, hanya kami imbau untuk berhati-hati dengan anomaly cuaca yang sedang tidak stabil,” ucap Mundir. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha
Murianews, Kudus – Sebanyak 17 desa di empat kecamatan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, terendam banjir. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, ada 14.800 jiwa yang terdampak karena peristiwa ini.
Rinciannya, banjir di tiga desa di Kecamatan Jati, yakni Desa Jati Wetan, Jetiskapuan, dan Jati Kulon membuat 4.200 jiwa terdampak.
Kemudian ada empat desa di Kecamatan Undaan, yakni Desa Ngemplak, Karangrowo, Wates, dan Undaan Lor. Dengan total warga terdampak banjir sebanyak 4.900 jiwa.
Di wilayah Kecamatan Mejobo, ada enam desa yang mengalami banjir. Yakni di Desa Kirig, Payaman, Gulang, Temulus, Kesambi, dan Golantepus. Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 3.700 jiwa.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Kaliwingu tepatnya di Desa Setrokalangan. Dengan jumlah warga terdampak sebanyak 2.000 jiwa.
Baca: Balai Desa Jati Wetan Kudus Mulai Dipenuhi Pengungsi
Kepala Pelaksana Harian (Kalahar) BPBD Kudus Mundir mengungkapkan, timnya masih terus mendata jumlah warga terdampak. Mengingat hujan masih turun dan ketinggian air juga masih naik.
Namun untuk saat ini, lanjutnya, terdapat sebanyak 222 warga yang mengungsi di tiga lokasi yang berbeda.
”Hujan hari ini menyebabkan banyak sungai di Kudus limpas. Contoh saja Sungai Juana yang melimpas di Undaan, Sungai Kencing yang limpas ke Jati, dan Sungai Gelis yang melimpas ke Setro Kaliwungu,” ujar Mundir, Sabtu (31/12/2022).
BPBD juga telah mengirimkan bantuan logistik ke sejumlah lokasi pengungsian. Penyiapan dapur darurat akan menjadi yang terpenting.
”Oleh karena itu kami membutuhkan logistik pangan dan alat kebersihan cukup banyak,” pungkasnya.
Baca: Hujan Angin di Kudus Bikin Beringin dan Tiang-Tiang Listrik Roboh
BPBD Kudus juga mengimbau masyarakat Kota Kretek untuk tetap di rumah saat malam pergantian tahun baru 2023 nanti. Hal tersebut dikarenakan berdasarkan hasil monitoring yang dilakukan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), cuaca di Kudus pada tanggal 30 dan 31 Desember 2022 berpotensi terjadi cuaca yang ekstrem.
”Walau begitu, masyarakat tetap bisa beraktivitas di luar rumah, hanya kami imbau untuk berhati-hati dengan anomaly cuaca yang sedang tidak stabil,” ucap Mundir.
Reporter: Anggara Jiwandhana
Editor: Ali Muntoha