Ratusan Warga Mengungsi Akibat Banjir Kudus, Butuh Uluran Tangan
Anggara Jiwandhana
Senin, 2 Januari 2023 12:05:10
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Delapan lokasi tersebut yakni Balai Desa Jati Wetan sebanyak 233 jiwa. Kemudian Gereja Tanjungkarang 119 jiwa, Gedung PKK Jetiskapuan delapan jiwa, TPQ Darusalam Jati 14 Jiwa, dan Balai Desa Gulang 96 jiwa.
Warga juga mengungsi di Balai Desa Payaman 17 jiwa, Balai Desa Ngemplak enam jiwa, dan aula DPRD Kudus 84 jiwa. Serta sejumlah lokasi lainnya di SD 1 Payaman hingga pengungsian satelit lainnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus menyebut jika para pengungsi membutuhkan stok obat-obatan hingga logistik pangan dan pakaian anak.
Bagi pihak manapun yang ingin mendonasikan hal ini bisa mengirimkan bantuannya ke masing-masing lokasi pengungsian.
”Kami terus mengupayakan penanganan cepat di titik-titik rawan bencana,” kata Kepala BPBD Kudus Mundir, Senin (2/1/2023).
Baca: Belasan Jam Berlalu, Dua Remaja Tenggelam di Lokasi Banjir Kudus Belum Ketemu
Puncak cuaca buruk di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diperkirakan akan terjadi di awal tahun 2023 ini. Masyarakat di wilayah rawan bencana pun sudah disosialisasikan bagaimana cara mengantisipasi dan menanggulangi bencana di wilayahnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



