Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Inflasi 6,40 persen sendiri merupakan angka inflasi tahunan dari Januari hingga Desember 2022. Yang mana sebelumnya mengalami fluktuasi karena perubahan kondisi pasar maupun faktor lainnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus Rahmadi Agus Santosa menyampaikan, ada sepuluh komoditas utama yang menyebabkan terjadinya inflasi di tahun 2022. Seperti bensin, beras, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, dan tahu mentah.
Selain itu ada juga komoditas telur ayam ras, mobil, nasi dengan lauk, tukang bukan mandor, dan tempe.
”Yang memiliki andil paling tinggi adalah bensin. Memang di Kudus ini tingkat penggunaan bensinnya tinggi, terutama pertalite. Akhirnya Kudus sempat jadi yang tertinggi di Pulau Jawa inflasinya pada September tahun kemarin,” kata Rahmadi dalam jumpa pers, Selasa (3/1/2023).
Walau demikian, tingkat inflasi di Kudus masih cukup rendah dibanding sejumlah daerah pembanding lainnya. Seperti Kota Surakarta yang tingkat inflasinya mencapai 7,03 persen.
Baca: Inflasi di Kudus Lebihi Ambang Batas Pemerintah
Kemudian Cilacap yang inflasinya 6,81 persen, dan Purwokerto yang inflasi tahun 2022-nya tembus 6,49 persen.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



