3.705 Hektare Tanaman Padi di Kudus Terendam Banjir
Anggara Jiwandhana
Jumat, 13 Januari 2023 16:25:21
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kecamatan Undaan, jadi wilayah yang paling banyak tergenang. Di mana ada sebanyak 2.264 hektare tanaman padi yang terendam banjir.
Selain Undaan, sawah di Kecamatan Jekulo juga terendam sebanyak 587 hektare. Kemudian Kecamatan Kaliwungu sebanyak 403 hektare, Kecamatan Mejobo ada 304 hektare, dan Kecamatan Jati 147 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kudus Didik Tri Prasetyo mengatakan, mayoritas umur padi yang tergenang berkisar antara satu hingga 120 hari setelah tanam (HST). Semetara ketinggian banjir rata-rata di ketinggian 20 sentimeter sampai satu meter.
”Kira-kira sudah dua pekan ini banjir merendam ribuan hektare tanaman padi Kudus, 3.486 hektare di antaranya bahkan terancam puso,” ujarnya, Jumat (13/1/2023).
Baca: Pemkab Kudus Tetap Minta Dua Embung untuk Atasi Banjir
Dia mengungkapkan, banjir yang terjadi ini dikarenakan intensitas curah hujan yang tinggi di Kudus beberapa waktu lalu. Di sisi lain, banyak sungai yang tidak bisa menampung air karena sedimentasi berlebih.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



