Banjir Kudus Mulai Surut, Pengungsi Berangsur Kembali ke Rumah
Anggara Jiwandhana
Sabtu, 14 Januari 2023 09:22:20
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, pengungsi dari Kecamatan Jati yang paling banyak mengalami penurunan. Di mana pada Kamis (12/1/2023) jumlahnya masih ada di 500 jiwa, kini tersisa 388 jiwa.
Kemudian penurunan signifikan juga terjadi di Kecamatan Mejobo dan Kaliwungu yang saat ini sudah tidak ada lagi pengungsi.
Untuk pengungsi di Kecamatan Undaan, jumlahnya masih cenderung stagnan. Di mana ada sebanyak 371 jiwa yang kini mengungsi di dua lokasi berbeda.
Baca: Sungai Wulan Kudus Akan Dinormalisasi, Menteri Basuki Siapkan Rp 1,4 Triliun
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus Mundir mengungkapkan, banyak wilayah tergenang di Kudus memang mulai surut seiring dengan normalnya debit air Sungai Wulan. Desa-desa terdampak seperti Setrokalangan, Pasuruhan Lor yang sebelumnya tergenang kini juga sudah kering.
Sementara desa-desa terdampak berat seperti Jati Wetan dan Karangrowo saat ini juga sudah mulai berangsur surut. ”Jika cuaca terus aman terkendali maka surutnya akan lebih cepat,” ungkap Mundir.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



