Jumat, 24 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


”Jangan ngisin-ngisini (jangan membuat malu). Kali ini harus benar-benar dilaksanakan dengan baik dan tepat waktu,” kata Hartopo usai membuka audiensi panitia pemilihan desa dan universitas di Lantai 4 Gedung Setda Kudus, Kamis (19/1/2023).

Hartopo mengakui diundurnya seleksi perangkat desa dari 13 Desember 2022 ke 14 Febuari 2023 ini adalah karena persiapan yang kurang. Namun pada kesempatan kali ini dia yakin persiapan dan perhitungannya sudah sangat matang.

Sehingga pelaksanaannya bisa dilaksanakan tepat waktu. ”Kemarin kan sarana prasarananya yang kurang, nah ini saya kira sudah dipetakan dengan baik. Pokoknya setelah ini harus star dan jalan yang kencang,” ujarnya.

Hartopo pun meminta semua panitia pemilihan untuk berhati-hati dalam melaksanakan seleksi. Hal-hal yang dinilai melanggar regulasi dan aturan yang berlaku diminta untuk tidak dilakukan.

”Pelaksanaan tes ini kan jadi sorotan, jadi hati-hati, jangan sampai melanggar aturan dan bisa merugikan diri sendiri,” ungkap Hartopo.

Baca: Seleksi Perangkat Desa di Kudus: Delapan Perguruan Tinggi Digandeng

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Kudus Adi Sadhono mengungkapkan, pihaknya telah mengevaluasi penyebab tertundanya seleksi perades kemarin.Saat ini, dia yakin jumlah perguruan tinggi yang saat ini bekerja sama dengan Pemkab Kudus bisa mencukupi kuota pelaksanaan seleksi perangkat desa berbasis komputer itu.Pemkab, lanjutnya, akan bekerja sama dengan delapan perguruan tinggi. Yakni Universitas Jendral Sudirman (Unsoed), Universitas Tujuhbelas Agustus (Untag), Universitas Stiekubank (Unisbank), Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Universitas Diponegoro (Undip).Kemudian Politeknik Negeri Semarang (Polines), Universitas Padjajaran (Undpad) dan Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus). ”Kami yakin kali ini akan bisa terakomodir semua,” pungkasnya. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News