Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pendirian dapur darurat dan posko pengungsian dianggap masih bersifat insidentil. Atau bila diperlukan baru akan didirikan.

”Namun untuk saat ini kondisinya masih cukup aman terkendali. Beberapa wilayah juga sudah mulai surut,” kata Hartopo, Senin (27/2/2023).

Walau demikian, Hartopo berharap semua pihak tetap waspada. Mitigasi bencana juga harus dilakukan agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal.

”Kalau memang nanti pada akhirnya semakin meluas, maka akan kami keluarkan peringatan untuk pendirian posko pengungsian,” ungkap Hartopo.

Baca: Bupati Kudus Akan Menghadap Menteri Basuki, Tagih Janji Normalisasi Sungai

Sementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus per Minggu (26/2/2023) malam, jumlah desa yang terendam banjir ada sebanyak tujuh desa.Untuk jumlah keluarga yang terdampak dari banjir ini adalah sebanyak 3.610 KK. Sementara KK dengan rumah yang tergenang ada sebanyak 476 KK. Sementara untuk ketinggian airnya berkisar di 10 hingga 50 sentimeter.”Kalau cuacanya kembali hujan dimungkinkan akan naik, namun kalau kebalikannya bisa turun 5 sampai 10 senti seperti sore kemarin,” ucap Kalahar BPBD Kudus Mundir, Senin (27/2/2023). Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler