Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Dari 23 desa yang terdampak saat ini, delapan desa menjadi yang paling parah karena banjir ikut merendam permukiman warga. Sementara sisanya hanya menggenangi area persawahan.

Adapun delapan desa tersebut yakni Desa Payaman dan Golantepus di Kecamatan Mejobo, Desa Jati Wetan, Tanjungkarang, dan Jetis Kapuan di Kecamatan Jati, kemudian Desa Ngemplak, Karangrowo, dan Undaan Lor di Kecamatan Undaan.

Dari delapan desa tersebut, ada sebanyak 37 orang pengungsi yang tersebar di Desa Payaman sebanyak 14 orang, Jati Wetan 18 orang, dan Tanjung karang 5 orang.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Mundir mengungkapkan, pemberian bantuan logistik ke tempat pengungsian mulai dilakukan. BPBD juga masih melakukan pendataan pada warga terdampak banjir di Kudus.

Baca: Sejumlah Sekolah di Kudus Banjir, Siswa Naik Perahu ke Sekolah

Sehingga dimungkinkan jumlah warga terdampak masih bisa berubah. Begitu pula dengan jumlah warga yang mengungsi. Mengingat cuaca di Kudus masih belum kondusif.

”Pendirian dapur umum mulai dilakukan, karena jumlah warga terdampak ada cukup banyak, saat ini ada lima titik. Dua di Mejobo dan Jati, sementara satu lagi di Undaan,” ucapnya Jumat pagi.

BPBD juga akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menanggulangi dan mencegah dampak banjir yang lebih luas lagi.”Kami upayakan semaksimal mungkin dalam menanggulangi banjir ini,” pungkasnya.Baca: 70 Peserta Seleksi Perades di Kudus Gugat Panitia Desa hingga BupatiBupati Kudus HM Hartopo mulai meminta semua pihak untuk meningkatkan kembali mitigasi bencana di masing-masing wilayahnya. Sehingga penanganan kebencanaan bisa segera dilaksanakan.Banjir yang terjadi di awal Maret ini merupakan banjir kedua setelah sebelumya banjir melanda di awal tahun 2023 lalu. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler