Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Rencana ini pun mendapat protes dari anggota DPRD Kudus. Alasannya, pasar malam di Alun-Alun Simpang Tujuh Kudus itu dinilai akan membuat kawasan jantung kota itu rusak dan kumuh.

Anggota DPRD Kudus dari Fraksi Golkar Susanto menilai keputusan Pemkab Kudus dengan menempatkan pasar malam di Alun-Alun Kudus kurang tepat. Apalagi jika dilihat dari potensi kerusakan kawasan tersebut yang sangat dimungkinkan terjadi.

”Anggaran untuk pembangunan dan perawatannya cukup besar, nanti kalau ada kerusakan biaya sewanya apakah akan sepadan,” katanya, Senin (6/3/2023).

Baca: Ini Alasan Bupati Kudus Izinkan Ada Pasar Malam di Alun-Alun

Atas hal inilah dia meminta pemerintah daerah bisa mempertimbangkan lokasi lain untuk gelaran rakyat ini.

”Kalau bisa cari di tempat lain saja. Alun-Alun Kudus kok bisa diizinkan untuk pasar malam, apakah biaya sewanya sebanding dengan biaya perbaikan kalau nanti ada kerusakan,” ungkapnya.

Baca: Pedagang yang Daftar Jualan di Dandangan Kudus Membeludak

Bupati Kudus HM Hartopo membenarkan jika alun-alun akan dijadikan salah satu lokasi untuk pasar malam.
Bupati Kudus HM Hartopo membenarkan jika alun-alun akan dijadikan salah satu lokasi untuk pasar malam.Ini dikarenakan banyaknya permintaan gelaran pasar malam di Kudus pada tradisi Dandangan ini lebih dari biasanya. Akhirnya pemkab memutuskan untuk menambahkannya di Alun-Alun Kudus.”Ini kan untuk pemulihan ekonomi ya, banyak yang minta lebih dari biasanya, akhirnya kami tambahkan di sini (alun-alun),” ucap Hartopo.Baca: Salut! Dua Remaja Ini Sukarela Perbaiiki Motor Mogok di Banjir KudusWalau begitu, sampai saat ini Hartopo belum mengetahui pasti berapa jumlah pedagang yang akan masuk ke sana. Termasuk di antaranya apakah sudah masuk kriteria yang diinginkan atau belum.Di mana ada sebanyak 80 persen pedagang lokal dan 20 persen pedagang luar Kudus. ”Belum ada laporan yang masuk ke kami nanti akan segera dikoordinasikan,” pungkasnya.https://youtu.be/YRbRH3MxkUEReporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler