Pengungsi Banjir Kudus Terus Bertambah, jadi 583 Orang
Anggara Jiwandhana
Senin, 6 Maret 2023 11:01:09
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Di mana yang paling tinggi adalah di Kecamatan Jati, per Minggu (6/3/2023) malam, jumlahnya telah mencapai 344 jiwa. Kemudian disusul Kecamatan Mejobo sebanyak 168 jiwa, dan Kecamatan Undaan 71 jiwa.
Di Kecamatan Jati, pengungsian digelar di Balai Desa Jati Wetan yang diisi oleh 151 jiwa. Sementara sisanya tersebar di empat lokasi pengungsian lain.
Untuk Kecamatan Mejobo, pengungsian terbanyak berada di Balai desa Gulang, sedangkan sisasnya ada di Balai Desa Payaman.
”Sedang di Undaan, baru ada satu desa yang warganya mengungsi yakni Desa Karangrowo,” kata Sub koordinator Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kudus Munaji, Senin (6/3/2023).
Baca: Nekat Terobos Banjir di Jalan Kudus-Purwodadi, Puluhan Motor Mogok
Jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah jika curah hujan masih belum berkurang di Kudus. Apalagi, masih ada warga yang bertahan walaupun air sudah masuk ke dalam rumah.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



