Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Di mana yang paling tinggi adalah di Kecamatan Jati, per Minggu (6/3/2023) malam, jumlahnya telah mencapai 344 jiwa. Kemudian disusul Kecamatan Mejobo sebanyak 168 jiwa, dan Kecamatan Undaan 71 jiwa.

Di Kecamatan Jati, pengungsian digelar di Balai Desa Jati Wetan yang diisi oleh 151 jiwa. Sementara sisanya tersebar di empat lokasi pengungsian lain.

Untuk Kecamatan Mejobo, pengungsian terbanyak berada di Balai desa Gulang, sedangkan sisasnya ada di Balai Desa Payaman.

”Sedang di Undaan, baru ada satu desa yang warganya mengungsi yakni Desa Karangrowo,” kata Sub koordinator Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Kudus Munaji, Senin (6/3/2023).

Baca: Nekat Terobos Banjir di Jalan Kudus-Purwodadi, Puluhan Motor Mogok

Jumlah tersebut dimungkinkan akan terus bertambah jika curah hujan masih belum berkurang di Kudus. Apalagi, masih ada warga yang bertahan walaupun air sudah masuk ke dalam rumah.

BPBD juga akan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menanggulangi dan mencegah dampak banjir yang lebih luas lagi. ”Kami upayakan semaksimal mungkin dalam menanggulangi banjir ini,” pungkasnya.Bupati Kudus HM Hartopo mulai meminta semua pihak untuk meningkatkan kembali mitigasi bencana di masing-masing wilayahnya. Sehingga penanganan kebencanaan bisa segera dilaksanakan.Baca: Warga Ngastorejo Pati Berjibaku Terjang Banjir Antarkan Jenazah ke PemakamanBanjir yang terjadi di awal Bulan Maret ini sendiri merupakan banjir kedua setelah sebelumya banjir melanda di awal tahun 2023 lalu. Reporter: Anggara JiwandhanaEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler