Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Mereka lebih memilih tinggal di rumah yang kawasan sekitarnya masih tergenang banjir ketimbang harus berlama-lama kembali di lokasi pengungsian.

Hal tersebut setidaknya yang dilakukan warga di Desa Payaman dan Gulang di Kecamatan Mejobo Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mereka berencana pulang hari ini meskipun genangan masih mengepung akses jalan menuju rumah mereka.

Hal tersebut diungkapkan Camat Mejobo Zaernuri, Senin (13/3/2023).

”Hari ini ada banyak pengungsi yang pulang dari Gulang dan Payaman, katanya memang tidak betah di pengungsian ingin segera pulang,” ucapnya.

Baca: Banjir Kudus: Pompa Tanggulangin Diminta Beroperasi 24 Jam

Dia pun tetap mengimbau masyarakat yang memang ingin pulang untuk tetap menjaga kesehatannya. Bila air kembali meninggi atau ada keluarga yang tidak enak badan, mereka diminta untuk segera mengevakuasi diri.Banjir Kudus pada tahun 2023 ini disebut sejumlah warga yang terdampak adalah satu dari sekian peristiwa banjir tahunan yang parah. Hal itu dikarenakan baru dua bulan tahun 2023 berjalan, mereka sudah mengungsi dua kali.Padahal sebelum ini, warga hanya mengungsi sekali saja saat peristiwa banjir. Namun hal itu berbeda di tahun ini.Baca: Salut! Dua Remaja Ini Sukarela Perbaiki Motor Mogok di Banjir KudusSementara data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, jumlah pengungsi hingga Minggu (12/3/2023) malam mencapai 577 jiwa. Di mana Kecamatan Jati jadi yang paling banyak yakni sebanyak 351 jiwa.Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler