Swasta Bantu Pemkab Kudus soal Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Anggara Jiwandhana
Selasa, 14 Maret 2023 16:19:18
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ini merupakan rencana jangka panjang menuju zero waste, zero emission (ZWZE) 2040 yang menjadi target Pemkab usai memperoleh penghargaan Adipura 2022 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beberapa waktu lalu.
Program ini pun dinamai dengan Kudus ASIK. Di mana gerakan yang saat ini tengah berjalan adalah dengan mengumpulkan sampah organik yang berasal dari 278 mitra.
Mereka terdiri dari catering dan rumah makan, hotel, fasilitas kesehatan dan pendidikan, panti asuhan dan pondok pesantren.
Selanjutnya, sampah organik tersebut diolah di pusat pengomposan berkapasitas 50 ton di Pusat Pembibitan Tanaman (PPT) BLDF di Kabupaten Kudus.
”Kolaborasi berbagai pemangku kepentingan tentunya diperlukan untuk merealisasikan ZWZE 2040. Maka dari itu, kami mengapresiasi upaya BLDF dalam program Kudus Asik ini,” kata Bupati Kudus HM Hartopo, Selasa (14/3/2023).
Baca: Dapat Adipura Kencana, Penanganan Sampah di Jepara Dinilai Masih Belum Optimal
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



