Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tradisi ini pun dilakukan pada Rabu (22/3/2023) hari ini. Mengingat pada Kamis (24/3/2023) besok, umat Islam akan menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

Beduk Blandrangan memang berada di atas Menara Kudus di komplek Masjid Menara Kudus. Ketika hari ini ditabuh, maka besoknya dipastikan akan masuk hari pertama bulan Ramadan.

Walau begitu, menabuhnya tidak dilakukan secara sembarangan. Ada doa bersama terlebih dahulu yang dilaksanakan di Tajuk Menara.

Kemudian, enam orang yang bertugas sebagai penabuh bersama satu orang yang memimpin doa mulai berjalan menuju Menara Kudus dan menaiki tangga menuju puncak menara.

Baca: 7 Fakta Menarik Dandangan Kudus yang Kembali Digelar Setelah Mandek Tiga Tahun

Di atas menara tersebutlah terdapat beduk yang terlihat dari berbagai penjuru. Enam orang penabuh itu lantas bergiliran menabuh beduk dengan irama yang khas.

Dua orang menabuh, empat orang melantunkan selawat dan doa. Begitu seterusnya hingga menjelang azan magrib.

Dalam tradisi yang digelar hari ini, dilakukan ziarah ke Makam Sunan Kudus oleh warga Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kudus. Desa ini memang berlokasi di seputaran Menara Kudus.

Usai berziarah, mereka menyantap makanan-makanan khas zaman dahulu. Seperti Puli Kotokan dan pecel meniran yang disuguhkan dalam acara tersebut.
Dua makanan tersebut merupakan makanan khas Kota Kretek dan disantap sembari mendengarkan tabuhan Beduk Blandrangan.Baca: Mengenal Dandangan Kudus yang Tak Hanya Sekadar Pasar MalamKetua Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) Em Najib Hasan dalam sambutannya menyebutkan, kegiatan ini untuk nguri-uri budaya yang telah dilaksanakan oleh Sunan Kudus pada zaman dulu.Di mana banyak dari santri atau warga sekitar, menunggu di sekitar Menara Kudus untuk menunggu tabuhan beduk penanda awal puasa.”Setiap akhir bulan Syaban, Sunan Kudus mengumumkan satu Ramadan ini di atas Menara. Masyarakat kemudian berbondong-bondong menunggu ini dan kemudian ada yang berjualan hingga terciptalah tradisi jualan Dandangan, maka dari itu kita coba nguri-nguri apa yang dilaksanakan oleh Kanjeng Sunan ini," ujarnya.Salah satu pengunjung Nia Mila mengaku sengaja datang untuk menantikan adanya tabuhan beduk sehari sebelum Ramadan. Dia hampir tiap tahun datang ke Masjid Menara dan mendengarkan tabuhan beduk sebagai pertanda awal bulan Ramadan.”Saya tiap tahun ke sini, karena rumah juga dekat sini jadi sering datang tiap tahun," ujar dia.https://youtu.be/OKUX7_cQiaIEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler