Kamis, 23 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Hingga pekan kedua Ramadan ini, per harinya mereka bisa menghasilkan lebih dari 480 toples  kue lebaran aneka jenis. Dengan berat per toplesnya mencapai 250 gram. Jumlah tersebut naik dibanding awal produksi yang dilakukan satu bulan sebelum Ramadan.

Pemiliknya, Arif Nur Habibi mengungkapkan, produksi kuenya kini mulai banjir pesanan meskipun permintaannya tidak sepadat tahun kemarin. Sebanyak 20 orang lebih pekerja pun dikerahkan untuk memenuhi permintaan tersebut.

Arief sendiri memproduksi kue kering tanpa merek untuk kemudian bisa diberi merek para agennya. Adapun kue yang diproduksi adalah kue nastar, kue kastengel, hingga putri salju. Dia, hanya memproduksi kue kering ini saat bulan Ramadan saja.

”Iya ini memang mulai naik meskipun gregetnya lebih greget tahun kemarin,” katanya di sela produksi di rumah produksinya di Purwosari, Senin (3/4/2023).

Baca: Kenaikan Harga Telur Pengaruhi Permintaan Kue Lebaran di Kudus 

Satu toples kue kering, ia jual dengan harga Rp 14 ribu hingga Rp 15 ribu tergantung banyaknya pembelian. Sementara cakupan pendistribusian kuenya, berada di Karisidenan Pati dan sekitarnya.”Karena bahan bakunya naik, harganya juga ikut naik, ini yang kemudian membuat permintaan itu tidak lancar dibanding tahun kemarin,” ujarnya.Meski begitu, dia menjamin kue-kue yang dia produksi sangat fresh dan dibuat dari bahan-bahan yang fresh juga. Mengingat dia lebih mengutamakan rasa ketimbang harus menekan biaya produksi untuk bahan baku yang jelek.”Saya bergelut di usaha ini sudah hampir 13 tahun, sehingga saya ingin mempertahankan rasa dan kualitas kuenya,” pungkasnya. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler