Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.

Kebutuhan ratusan guru itu diklaim akan bisa tercukupi pada tahun ini. Hal tersebut dikarenakan pemerintah daerah segera mengontrak 410 guru prioritas pertama (P1) dari seleksi pegawai pemerintahan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2022 kemarin.


Selain itu Pemkab Kudus juga akan membuka 360 lowongan guru PPPK pada tahun 2023. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kudus Putut Winarno mengatakan hal tersebut, Selasa (2/5/2023).


”Jumlahnya semoga bisa tercukupi tahun ini karena memang dari waktu ke waktu, kami masih kekurangan tenaga pendidik untuk sejumlah jenjang pendidikan,” katanya.


Ketika nanti kuota guru telah melebihi, harapannya apabila ada guru yang pensiun, maka bisa langsung diganti dengan guru yang baru. Dengan begitu, proses belajar mengajar di Kudus tidak terganggu.


”Harapannya tentu kualitas pendidikannya semakin membaik dari waktu ke waktu,” sambungnya.


Baca: 410 Guru P1 Calon PPPK Pemkab Kudus Diusulkan NIP

BKPSDM, sambung Putut, juga akan melakukan pembinaan dan pencegahan preventif agar tingkat kedisiplinan mereka semakin baik dari waktu ke waktu. Mengingat cukup banyak guru yang tersandung pelanggaran kode etik.


”Memang ASN paling banyak kan dari kalangan guru jadi kami akan terus melakukan upaya pencegahan dengan sosialisasi dan juga menambah kesadaran para guru untuk lebih disiplin lagi dalam menjalankan tugasnya,” pungkas dia.

Kualitas pendidikan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diklaim meningkat dari waktu ke waktu. Banyaknya inovasi dan kreasi baik dari guru maupun siswa menjadi satu dari sekian faktor yang membuat sistem dan kualitas pendidikan di Kudus membaik.

Baca: Alhamdulillah, Guru-Guru TPQ hingga Takmir Masjid di Pati Dapat ‘THR’

Hal tersebut diungkapkan Bupati Kudus HM Hartopo usai pelaksanaan upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional di SMPN 3 Kudus, Selasa (2/5/2023).

”Iya insyaallah kualitas (pendidikan) meningkat, kami lihat banyak guru maupun murid yang terus berkreasi dan berinovasi sehingga ada kemajuan,” katanya.

 

Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler