Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


RSUD Kudus juga siap melayani konsultasi serta pendampingan psikologi bagi para caleg yang membutuhkan.

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Loekmono Hadi Kudus dr Mustiko Wibowo menuturkan sebenarnya ini adalah layanan umum untuk semua masyarakat. RSUD Kudus kini memiliki dokter spesialis jiwa satu orang dan dua dokter psikologi klinis.

”Kami juga punya perawat jiwa bersertifikat serta memiliki apotek klinis khusus pasien gangguan jiwa yang siap melayani semua kalangan termasuk para caleg gagal dan membutuhkan pendampingan nantinya,” kata Mustiko, Sabtu (20/5/2023).

Baca: Plate Jadi Tersangka Korupsi, KPU: Masih Berhak Jadi Caleg

Untuk saat ini, kapasitas dari bangsal jiwa Cempaka 1 di RSUD Kudus berjumlah 40 tempat tidur. Apabila nanti dibutuhkan penambahan tempat tidur, maka pihaknya akan menyiapkannya kembali.

Sehingga ketika semua tempat tidurnya penuh dan masih ada penambahan pasien, pihak rumah sakit sudah siap.
Meski begitu, sambung Mustiko, RSUD Kudus memiliki prosedur untuk memastikan pasien mengalami gangguan jiw atau tidak. Pasien akan dilakukan identifikasi terlebih dahulu dan tidak langsung dimasukkan ke bangsal jiwa.Baca: 418 Bakal Caleg Tes Kesehatan di RSUD Kudus, Begini HasilnyaApabila gejalanya belum berat, maka ditempatkan di ruang perawatan lain. Namun bila berat, mereka akan ditempatkan di ruang Cempaka 1.Ruangan ini memang khusus psikosis atau mengalami kesulitan membedakan kenyataan dan imajinasi, seperti bicara sendiri, lama tidak tidur, dan bersikap emosional. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler