Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


‘Drama’ ini merupakan bagian dari Latihan Gabungan Sipamkota (Sistem Pengamanan Kota) yang digelar Polres Jepara. Tujuannya untuk menyiapkan kesiapan sistem pengamanan dalam Pemilu 2019.

Latihan Sispamkota Polres Jepara, sengaja dibuat simulasi mendekati kenyataan sebenarnya. Beberapa potensi ancaman keamanan yang mungkin muncul dalam Pemilu 2019 disimulasikan dengan nyata, berikut dengan tahapan dan prosedur penanganannya.

Sekitar 500 personel, dari Polres Jepara, Kodim 0719/Jepara dan Satpol PP, ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

Fragmen pertama dibuka dengan adanya kegiatan kampanye yang dilakukan oleh jurkam nasional. Dalam prosesnya, ada penghadangan terhadap jurkam yang akan berkampanye.

Maka dilakukannlah upaya pengamananya. Sejumlah tahapan penanganan terhadap gangguan keamanan dipraktikan secara langsung oleh para petugas Polres Jepara.

[caption id="attachment_158918" align="alignnone" width="720"] Salah satu skenario penghadangan massa yang terlibat aksi anarkis dalam latihan Sispamkota Polres Jepara. (MuriaNewsCom/Budi Erje)[/caption]

 

Puncak dari simulasi ini terjadi saat kelompok massa melakukan aksi demonstrasi di Gedung KPU Jepara. Mereka tidak puas dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU Jepara, dan melakukan aksi demonstrasi.

Para demonstran yang diperankan oleh para polisi tak berseragam ini, akhirnya berhadap-hadapan dengan rekannya sendiri.
Kejadian ini menarik perhatian masyarakat, karena dilakukan seolah-olah memang merupakan kejadian sebenarnya. Aksi dorong-mendorong, lempar-melempar, pembakaran dan tembakan gas air mata dilakukan dalam simulasi ini.Semua dilakukan sesuai dengan prosedur dan tahapan sistem pengamanan yang sudah disiapkan.Baca : Ribuan Personel Dikerahkan Amankan Pemilu di JeparaKapolres Jepara AKBP Arif Budiman menyatakan sangat puas dengan apa yang ditunjukan para personel yang terlibat dalam latihan ini.Menurutnya, tindakan pengamanan harus disiapkan konsep dan prosedur pelaksanaannya. Semuanya bisa dilakukan dengan baik oleh semua pihak yang terlibat.Latihan ini diharapkan bisa merefleksikan kesiapan seluruh personel dalam melaksanakan pengamanan Pemilu 2019. Jika ada potensi-potensi gangguan keamanan yang terjadi, maka sudah ada prosedur dan tahapan yang harus ditempuh dalam menanganinya.“Tentu saja kita tidak berharap, kejadian-kejadian seperti yang tersaji dalam latihan Sispamkota ini terjadi dalam proses Pemilu 2019. Kita semua harus bisa menjaga kondusifitas Jepara untuk Pemilu 2019 dan kehidupan sehari-hari nantinya,” ujar AKBP Arif Budiman. Editor : Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler