Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Antusias warga kemungkinan besar terpicu oleh pesan berantai yang beredar melalui sejumlah medsos. Sejak jam 06.00 WIB, antrean panjang langsung tercipta.

Petugas perekaman yang hanya dua orang saja, semakin menimbulkan antrean sesak dari warga yang ingin mendapatkan pelayanan.

Perekaman data E-KTP di Alun-Alun Jepara sendiri dimaksudkan untuk memberi kesempatan bagi warga yang belum memiliki untuk bisa segera mendapatkannya. Sehingga mereka bisa memberikan hak suara mereka di Pemilu 2019 mendatang. Apalagi dari pesan berantai yang beredar di Medsos disebutkan E-KTP bisa langsung dicetak.

“Saya datang jam enam dari Tubanan, tapi sudah antre panjang. Karena ada kabar ngurus di sini bisa langsung jadi, saya putuskan datang. Tapi ternyata tidak seperti yang saya harapkan,” ujar Aulia, seorang pelajar warga Desa Tubanan, Bangsri, Jepara.

Warga yang datang memang berasal dari penjuru Jepara. Ada yang memang belum memiliki E-KTP, namun juga ada yang ingin mendapatkan E-KTP baru, karena yang lama rusak atau hilang.

Namun harapan mereka akhirnya kandas, karena dalam pelayanan itu, Disdukcapil meminta mereka yang sudah bisa merekam data diri dalam program ini, habis datang ke kecamatan masing-masing dua pekan mendatang untuk mengambil E-KTP.

Kepala Seksi Identitas Penduduk di Disdukcapil Jepara, Nur Ahmad, menyatakan rencananya dalam kegiatan ini memang bisa dicetak langsung fisik E-KTP-nya. Namun karena ada kendala, pada jaringan online, akhirnya rencana tersebut tidak terlaksana.Proses pencetakan akan dilakukan secara terpisah, dan bisa diambil di Kecamatan masing-masing dua pekan mendatang.“Jadi kendalanya kami tidak bisa melakukan online. Ada masalah pada jaringan internet yang ada di mobil pelayanan kami. Jadi kami mohon maaf tidak bisa mencetak E-KTP langsung,” ujar Nur Ahmad.Kenyataan yang terjadi membuat banyak warga yang kecewa. Sebab dari ribuan orang yang hadir, ternyata Disdukcapil hanya menetapkan target 250 orang saja yang dilayani.Pada jam 09.00 WIB, jumlah yang melakukan perekaman bahkan sudah mencapai 500-an orang. Sehingga akhirnya proses pendaftaran untuk merekam data, ditutup. Warga yang tidak sempat mendaftar namun sudah hadir sejak pagi akhirnya pergi dengan kekecewaan. 

Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler