Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pantomim merupakan salah satu seni peran yang sudah lama dikenal di Indonesia. Meski sempat redup, kini pantomim mulai kembali mendapatkan perhatian. Di Jepara kesenian ini mulai dikenalkan kembali di sekolah-sekolah.

Lomba pantomim yang digelar FLS2N sendiri diperuntukan bagi anak-anak SD se- Kabupaten Jepara. Puluhan siswa dari berbagai sekolah ikut ambil bagian dalam lomba ini. Kesenian ini memang bisa menjadi salah satu media berekspresi para siswa SD untuk menuangkan kreativitasnya.

Ketua tim juri, Kustam Ekajalu menyatakan, dalam lomba kali ini penampilan setiap peserta dibatasi dalam tema ‘Aku dan Alam’ (masalah tentang lingkungan hidup, satwa, limbah dan air), juga tentang tehnologi (gawai, internet dan robot). Para peserta diminta untuk, mengembangkan tema ini sesuai ide, kreativitas dan imajinasinya.

“Pantomim merupakan salah satu bentuk kesenian yang bisa digunakan untuk mengungkapkan ekspersi, menyampaikan inspirasi atau bahkan sebagai penyelesaian masalah. Terpenting, berakar pada budaya bangsa, tidak menyinggung unsur pornografi, agama, ras dan antar golongan,” kata Kustam Ekajalu.

Selain itu, Pantomim menurut Kustam Ekajalu juga bisa menjadi sarana untuk menumbuh kembangkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Pantomim sendiri sebenarnya mirip dengan dongeng. Hanya saja dalam penyampaiannya dilakukan tanpa suara dan dialog.
Penyampaian ide gagasan atau penggambarannya dilakukan dengan hanya menggunakan gerakan. Gerakan yang unik, lucu dan cerdas, menjadi daya tarik dalam kesenian Pantomim ini.“Tentunya menarik untuk dicoba kepada siswa. Kesenian seperti ini juga menimbulkan daya tarik, bagi yang melihat dan menikmatinya,” tambahnya lagi.Dari lomba yang digelar, sesuai dengan hasil penilaian Tim Dewan Juri, Hana Tri Wikrama (SD N 1 Kawak) berhasil menjadi juara. Sedangkan diposisi runner-up diperoleh Muhammad Arga (SD N 1 Bulu Jepara). Sedangkan Erlangga Darojati (SD N Mangunan Tahunan) mendapatkan posisi ke-3. Khusus sang juara juga berhak menjadi wakil Kabupaten Jepara untuk maju dalam lomba FLS2N, tingkat Provinsi Jawa Tengah. Editor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler