Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Iringan pawai melewati Jalan Diponegoro lurus ke barat dan berbelok ke kanan menuju Stadion GBK Jepara, sepanjang kurang lebih 1,9 Km. Massa yang ikut pawai sebagian merupakan anggota komunitas otomotif yang ada di Jepara. Juga ada dari ormas-ormas keagamaan dan ormas umum yang ikut ambil bagian.

Sebagian massa lainnya sudah menunggu di Stadion GBK Jepara. Mereka datang menggunakan berbagai kendaraan mulai dari sepeda motor hingga kendaraan besar seperti bus dan truk secara berkelompok. Mereka sudah menyemut di sekitar GBK Jepara, sekitar jam 14.00 WIB.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, hadir di lokasi pada sekitar jam 16.00 WIB, dan langsung memberikan sambutannya. Orang nomor satu di Jawa Tengah ini menyatakan kegiatan ini merupakan sebuah inisiatif yang baik dari anak-anak muda Jepara.

Mereka mengajak semua pihak untuk bisa ikut merawat kerukunan, perbedaan dengan mengangkat kebersamaan. Kemudian juga membukakan mata untuk nilai persatuan dan kebangsaan.

“Kita rindu suasana seperti ini. Di antara isu-isu tajam yang saat ini berkembang, hingga membuat jabat tangan kita tidak lagi erat atau bahkan tidak mau berjabat tangan, hingga mulut kotor karena politik, kegiatan ini mengajarkan sesuatu yang lain. Dalam perbedaan, kita ternyata bisa bersatu. inilah nilai yang saat ini ada di sini,” ujar Ganjar Pranowo.

Sedangkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dalam kesempatan yang sama menyebutkan, perbedaan adalah sunatullah. Dalam perbedaan yang ada, umat manusia dimerdekakan oleh Allah SWT. Sehingga perbedaan merupakan keniscayaan dan harus selalu dirawat.
Sedangkan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi dalam kesempatan yang sama menyebutkan, perbedaan adalah sunatullah. Dalam perbedaan yang ada, umat manusia dimerdekakan oleh Allah SWT. Sehingga perbedaan merupakan keniscayaan dan harus selalu dirawat.Dalam kontek kenegaraan, perbedaan juga disebutkan sebagai sebuah pilar kebangsaan yang harus selalu dijaga. Melalui perbedaan bangsa Indonesia ditempa menjadi sebuah negara yang besar di dunia.“Karena itulah, disaat-saat sekarang ini, dimana hoax merajalela, dan fitnah seoah menjadi sesuatu yang biasa, kita semua harus meletakan perbedaan sebagai satu hal yang fundamental. Kita harus menghargai dan terus memaknainya sebagai bagian dairi kebesaran bangsa ini,” ujar Ahmad Marzuqi.Ribuan massa yang hadir di GBK Jepara, sempat berkurang drastis sebelum acara inti dimulai. Mereka yang sudah menunggu sejak siang, akhirnya banyak yang pulang lebih dulu. Meski demikian acara berlangsung dengan lancar dan tertib hingga selesai. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler