Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dalam kesempatan itu meminta agar masyarakat Jepara tetap terus mengenang Kartini. Semangatnya diharapkan terus bisa menjadi spirit bagi kehidupan masyarakat sampai nanti.

Raga Raden Ajeng Kartini menurutnya boleh saja mati dan terkubur seratus tahun lebih. Namun semangat dan intisari perjuangannya tetap harus hidup dan mengalir di hati masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Jepara.

“Meski hanya diberikan hidup 25 tahun, akan tetapi Raden Ajeng Kartini memiliki keisitimewaan, yang diberikan Allah SWT,” kata Ahmad Marzuqi.

Keistimewaan yang dimaksudkan adalah kecerdasan yang luar biasa, perhatian lebih kepada kaumnya, serta buah karya dan pikirannya sangat cemerlang yang dapat dinikmati kaum perempuan hingga sekarang.

Kartini lahir pada 21 April 1879, di Kecamatan Mayong, Jepara. Menginjak dewasa, ayahnya R.M Sosoroningrat, yang menjabat sebagai bupati Jepara kala itu, membawa Kartini, dan adik-adiknya, tinggal di pendapa Kabupaten Jepara.

Di pendapa inilah Kartini tumbuh. Dia mulai belajar, bermain hingga akhirnya mengakhiri masa remaja dan dinikahkan dengan bangsawan Rembang. Pemikirannya tidak hanya berimbas pada perubahan nasib perempuan di masanya, namun juga pada saat sekaran ini.

“Pemikiran Kartini mampu mengubah pola pendidikan di Indonesia. Kebebasan kaum perempuan untuk mengenyam dunia pendidikan, sama halnya dengan kaum laki-laki, itulah yang luar biasa,” tambah Ahmad Marzuqi.Ketua Panitia Hari Kartini Jepara, Inah Nuroniah mengatakan, sesuai dengan tema “Dengan Semangat Kartini Kita Muwujudkan Keluarga berkualitas, Berkarakter, Maju dan Berdaya Saing” ini, mengajak kaum perempuan untuk lebih tangguh.Seperti halnya Kartini yang gigih memperjuangan hak perempuan di lingkungan keluarga dan masyarakat, warga Jepara diharapkan bisa meneladaninya.“Kartini menjadi inspirasi perempuan masa sekarang, untuk lebih memperhatikan keluarganya. Banyak tantangan untuk mengasuh anak. Agar mereka menjadi generasi penurus dan pemimpin yang bai di masa mendatang,” tegasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler