Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Pemilu 2019 yang serentak dengan 5 jenis pemilihan, benar-benar membutuhkan kerja keras dari para pihak terkait. KPU Jepara sendiri mulai mewaspadai masalah kondisi kesehatan para petugasnya, sebagai bagian dari tantangan berat yang harus dihadapi.

Ketua KPU Jepara, Subchan Zuhrie menyatakan, dalam tahapan penghitungan suara, saat ini dibutuhkan kesiapan fisik para petugasnya. Pihaknya berharap mereka mampu menjaga kondisi kesehatannya masing-masing. Di tingkat Kecamatan, jelas akan lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

“Saya kira, penghitungan suara di TPS dan desa cukup berat. Karena jumlah yang harus dihitung banyak. Di tingkat kecamatan tentu saja juga lebih berat. Kami berharap para petugas yang terlibat bisa mengatasi persoalan ini,” ujar Subchan Zuhrie.

Menurutnya, masalah kondisi kesehatan para petugas memang menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi. Sejak pemungutan suara  beberapa waktu lalu, sudah ada banyak laporan mengenai kondisi kesehatan para petugasnya.

Ada petugas yang dilaporkan mengalami pingsan dan bahkan ada juga yang saat ini harus menjalani perawatan di rumah sakit atau Puskesmas. Masalah ini menurutnya memang bisa memberikan potensi gangguan bagi pelaksanaan tahapan Pemilu yang masih harus dilaksanakan.

“Saya pikir, masalah ini (soal kesehatan-red) memang menjadi tantangan tersendiri. Pemilu kali ini memang berat beban pekerjaannya. Tidak hanya di KPU saja, mungkin di Bawaslu dan pihak petugas keamanan juga menghadapi tantangan yang sama,” tegas Subchan Zuhrie.

Sampai Selasa (23/4/2019), ada 6 petugas KPU Jepara yang masih menjalani perawatan. Mereka adalah Diyan Cahya Nurizak, Anggota KPPS Purwogondo, Kalinyamatan. Sejak bertugas pada proses pemungutan suara, harus menjalani opname di rumah sakit.

Kemudian,  Susilowati anggota KPPS 5 Desa Kemujan, Karimunjawa. Karena kelelahan hingga saat ini masih harus dirawat di Puskesmas Karimunjawa.Kemudian Ulwan Jaelani, anggota KPPS di TPS 33 Desa Bulungan, Pakis Aji. Sejak usai proses penghitungan suara harus menjalani perawatan di RSUD Kartini Jepara.Hal yang sama menimpa M. Khoiruddin, Sekretaris PPS Desa Slagi, Pakis Aji, Jepara. Saat bertugas dirinya terpeleset hingga kepalanya terbentur lantai. Khoiruddin sempat menjalani CT Scan di RSUD Kartini Jepara.Sedangkan Harmawati, Anggota KPPS di TPS 1  Desa Kemujan, Karimunjawa harus dirawat di Puskesmas setempat karena kelelahan.“Satu lagi, Hesti Tri Winarni anggota KPPS di TPS 2 Kelurahan Ujungbatu, Jepara. Dia harus Opname di RSU Kartini sejak menjalani tugas di KPPS. Kelelahan tampaknya,”tambah Subchan Zuhrie. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler