Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kegiatan yang terintegrasi dengan Penilaian Hasil Uji Kompetensi Keahlian Tata Busana SMKN 2 Jepara tahun 2019 ini berlangsung di Hall Hotel Jepara Indah, Sabtu (27/4/2019) malam. Sebanyak 69 perancang muda, masing-masing menampilkan busana pesta dan kantor, hasil uji kompetensi kejuruan dan praktik harian.

Dari 69 peserta, terpilih 3 karya terbaik 1, 2 dan 3 masing-masing diraih Eriq Erika, Nilam Aullia Yatna dan Dede Ardana. Penilaian meliputi orisinalitas desain, persiapan alat, pembuatan pola, pengepresan, keserasian, teknik menjahit hingga hiasan. Mereka mendapatkan penghargaan dan tropy dari Yayasan Kartini Indonesia.

Kepala SMKN 2 Jepara, Drs Subandi menyatakan, apresiasi terhadap karya sangat diperlukan untuk menumbuhkan motivasi siswa untuk mengembangkan kreativitas dan potensi dirinya.

Kegiatan seperti ini akan sangat berarti bagi siswa, terutama menyongsong hadirnya revolusi industri 4.0 yang akan ditandai dengan perubahan cara bekerja manusia. Cara bekerja manual akan berubah dengan mesin dan teknologi informasi.

“Karena itu diperlukan kreativitas dan kemampuan untuk melakukan penyesuaian dengan jenis pekerjaan. Oleh sebab itu kami memberikan apresiasi kepada para guru Jurusan Tata Busana yang untuk kedua kalinya mampu menyelenggarakan acara serupa “ ujar Subandi.Sementara itu, Ketua YKI Hadi Priyanto mengungkapkan, melalui kegiatan semacam itu diharapkan tumbuh kepercayaan diri para siswa untuk mengembangkan secara mandiri potensi dirinya. Hal ini penting, sehingga mereka bisa mendapatkan penghargaan setimpal dari kemampuannya.“Jangan sampai ada anggapan bahwa lulusan SMK hanya memiliki pilihan bekerja di pabrik garmen. Padahal mereka memiliki kemampuan dalam merancang busana. Bekerja mandiri lebih disarankan dari pada bekerja di pabrik, “ terangnya.Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler