Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tak hanya itu, LPJU tenaga surya di beberapa titik lain di Jepara juga mengalami kerusakan. Beberapa bahkan baterainya dicuri oleh orang tak bertanggungjawab.

Salah seorang warga Banyuputih, Agus Susilo (27) menyebutkan, sekitar satu tahun ini kondisi LPJU tenaga surya mengalami masalah. Sebelumnya memang berfungsi baik dan sangat membantu para pengguna jalan.

Namun belakangan, beberapa LPJU di sekitar Lapangan Banyuputih, mengalami kerusakan. LPJU yang ada diketahui hanya menyala kurang lebih satu jam saja. Biasanya lampu hidup pada saat Maghrib, lalu meredup dan kemudian padam.

“Menyalanya hanya beberapa jam saja. Masuk jam 8 malam situasinya sudah gelab gulita. Tentu saja membahayakan pengguna jalan. Bahkan pernah terjadi kecelakaan gara-gara situasi yang gelab ini,” ujar Agus Susilo, Rabu (1/5/2019).

Kepala Bidang Lalulintas dan Jalan di Dishub Jepara, Sholeh Sudarsono mengakui situasi ini. LPJU Tenaga Surya tersebut sayangnya masih menjadi aset Provinsi Jawa Tengah. Sehingga Pemkab Jepara dalam hal ini tidak memiliki kewenangan apapun.

“Karena aset masih belum diserahterimakan kepada Pemkab Jepara, maka kami tidak bisa melakukan perbaikan,” katanya.

Ia menyebut, di Kabupaten Jepara ada sekitar 30 titik LPJU Tenaga Surya yang propertinya dimiliki oleh ESDM Provinsi Jateng. LPJU itu tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya di jalur wilayah Nalumsari, Banyuputih, Keling dan Pendosawalan (Kalinyamatan).Sebagian dalam kondisi rusak, karena instalasinya atau baterainya dicuri oleh orang tak bertanggung jawab.Diakui juga oleh Sholeh Sudarsono, sudah ada keluhan yang disampaikan masyarakat. Semua sudah diteruskan ke Dinas ESDM Jawa Tengah.“Secara keseluruhan saat ini Jepara memiliki LPJU baru di 375 titik bantuan dari gubernur. Sejak Desember 2018 masih menjadi tanggungan dari kontraktor, meski sudah diterimakan kewenangannya ke Pemkab Jepara. Sejauh ini kondisinya masih bagus dan berfungsi baik,” pungkasnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler