Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Meski masih ada kebiasaan BABS, Dian Kristiandi menyebut saat ini sudah ada kesadaran-kesadaran muncul dari masyarakat. Pemkab Jepara saat ini sudah meluncurkan program Kali Lingkas (Kaline Bening, Kakuse Sehat) untuk mengatasi problem ini.

Di luar program itu, pihaknya juga senang karena secara swadaya masyarakat juga sudah ada yang melakukan beberapa program yang sejalan. Salah satunya seperti yang dilakukan di Desa Tanjung, Pakis Aji, dengan kegiatan Arisan Jambannya. Program ini menurutnya sangat positif dalam mengatasi masalah BABS tersebut.

“Kami kira juga sudah ada kesadaran mengenai masalah ini dari masyarakat. Misalnya seperti yang ada di Desa Tanjung dengan Arisan Jambannya itu. Hal seperti ini tentu sangat kami harapkan juga muncul dari desa-desa lain yang memiliki problem sama,” ujarnya Sabtu (29/6/2019).

Petinggi Desa Tanjung Dwi Gunoto menyebut, masalah BABS memang masih menjadi persoalan. Karena itu pihaknya melakukan kegiatan ‘Arisan Jamban’.

Warga yang ikut arisan ini mengeluarkan uang Rp 15 ribu setiap pekan. Dan hasilnya harus digunakan untuk membuat jamban oleh yang mendapatkan.

Selain itu, Pemerintah Desa Tanjung juga memberikan dana stimulan sebesar Rp 570 ribu/kepala keluarga untuk membuat jamban sehat. Lainnya masih ada bantuan jamban sebanyak 270 unit. Semuanya dilakukan dalam upaya menekan kebiasan BABS yang masih terjadi.
Selain itu, Pemerintah Desa Tanjung juga memberikan dana stimulan sebesar Rp 570 ribu/kepala keluarga untuk membuat jamban sehat. Lainnya masih ada bantuan jamban sebanyak 270 unit. Semuanya dilakukan dalam upaya menekan kebiasan BABS yang masih terjadi.“Dengan program-program tersebut, kami bisa dapat menekan angka ODF (Open Defecation Free) atau BABS yang masih ada. Dari yang semula ada 1.111 KK yang belum memiliki jamban, maka pada tahun 2018 ini sudah berkurang menjadi 621 KK,” ujar Dwi Gunoto.Dalam dua tahun, warga Desa Tanjung sudah mulai meninggalkan kebiasaan BABS di Kali Bening, yang sebenarnya memiliki potensi wisata. Sungai yang bersumber dari lereng Gunung Muria ini diharapkan bisa semakin bersih dan bisa menjadi unggulan wisata di Desa Tanjung.Jika sebelumnya warga menyebut Kali Bening sebagai Kali Ngerbo karena kondisinya yang kotor dan kumuh, maka dalam dua tahun terakhir sudah mulai ada perubahan. Kini tidak ada lagi orang yang BAB di sungai ini. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler