Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Tubuh korban ditemukan mengapung di laut oleh tim gabungan Basarnas dan BPBD Jepara sekitar pukul 08.00 WIB di perairan laut wilayah Kedung Malang, Jepara,.

Usaha pencarian dilakukan sejak Senin siang melibatkan puluhan petugas rescue dan masyarakat. Mereka menggunakan puluhan perahu bermesin di sekitar lokasi di mana sempat ditemukan perahu korban.

Kepala Basarnas Jepara, Whisnu Yuas, menyatakan Ali Rohmad pamit pada keluarganya untuk melaut pada pukul 05.00 WIB. Rencananya korban akan mencari cumi-cumi yang saat ini memang lagi musim.

Namun kepergian korban ke laut akhirnya membuat gelisah pihak keluargannya. Karena sampai jam 12.00 WIB siang, korban belum juga pulang. Ini di luar kebiasaan para nelayan, yang biasa berangkat subuh dan pulang pada siang tengah hari.

“Pihak keluarga kemudian melaporkan tentang kejadian ini. Hingga kemudian dilakukan upaya penanganan untuk segera dilakukan upaya pencarian,” ujar Whisnu.

Di tengah upaya pencarian, Tim Basarnas kemudian mendapatkan informasi dari nelayan setempat bernama Shobirin. Nelayan ini mengaku melihat perahu milik Ali Rochmad terapung di tengah laut. Saat itu Shobirin mengaku melihat perahu Ali Rohmad, mesinnya masih dalam kondisi menyala.

Kendatipun mesinnya masih menyala, Ali Rohmad sendiri tidak tampak di atas perahunya. Dari laporan tersebut Tim Basarnas, BPBD dan relawan dibantu masyarakat akahirnya melakukan usaha pencarian.

Usaha pencarian sempat dilakukan di sekitar penemuan perahu korban. Namun hingga Senin (1/7/2019) petang, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.“Kemarin tim pencari hanya menemukan terpal plastik yang diduga milik korban. Terpal ditemukan di perairan antara Kedungmalang dan Teluk Awur. Jaraknya sekitar 1 mil laut dari pantai,” katanya.Usaha pencarian dilanjutkan pada Selasa (2/7/2019) pagi. Kali ini, usaha tersebut berhasil menemukan korban. Korban ditemukan dalam kondisi mengapung di perairan laut antara Kedung Malang dan Teluk Awur. Selanjutnya jasad korban dibawa ke Kedung Malang, dan tiba sekitar jam 09.00 WIB.Jasad korban kemudian langsung dibawa ke rumah duka, dan menjalani visum oleh pihak berwenang.Sampai berita ini diturunkan belum dijelaskan hasil visum yang dilakukan terhadap jasad korban. Pihak keluarga menyatakan akan segera melakukan pemakaman pada hari ini juga. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler