Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kapolsek Kalinyamatan, Iptu Sumardi menyatakan, dari keterangan yang ada di TKP (Tempat Kejadian Perkara), kecelakaan ini disebabkan karena longsornya tanah yang sedang digali.

Korban Nur Sahid pada saat itu sedang bekerja bersama dua orang rekannya Musakun (40) dan Tamaji (38). Mereka mulai berangkat kerja sekitar jam 05.30 WIB.

Ketiga orang ini memang sudah lama bekerja sebagai penambang galian C berupa batu untuk material bangunan. Saat kejadian, korban bersama dua rekannya sedang menaikan batu material ke atas dump truk. Ini adalah muatan untuk pertama kali di hari nahas itu.

“Saat baru memuat sekitar sepuluh ikrak ke dalam truk, tiba - tiba tebing tanah longsor. Korban tertimpa material galian C berupa tanah bercampur batu pada saat posisi jongkok dan terlentang sehingga mengakibatkan luka - luka dan meninggal dunia di TKP,” ujarnya.

Setelah menerima laporan dari masyarakat, pihaknya langsung mendatangi TKP. Kemudian melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Setelah berhasil dievakuasi, jenasah sempat dibawa ke Puskesmas Kalinyamatan untuk diperiksa
Setelah berhasil dievakuasi, jenasah sempat dibawa ke Puskesmas Kalinyamatan untuk diperiksaBerdasarkan hasil pemeriksaan dokter di Pukesmas Kalinyamatan, dr. Mustain korban dinyatakan mengalami beberapa luka di bagian tubuhnya. Selain itu, korban diketahui mengalami patah tulang pada lengan kanan bagian atas. Runtuhan material yang menimpa tubuh korban, menjadi penyebabnya.“Lokasi tambang Galian C tersebut milik H. Laksono warga Desa Pendosawalan, Kalinyamatan. Selama ini penambangan dilakukan dengan cara tradisional,” tambah Iptu Sumardi.Jenasah korban selanjutnya dibawa ke rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga. Rencananya jenasah korban akan langsung dimakamkan. Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian ini sebagai kejadian kecelakaan kerja. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler