Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bahkan di Desa Bantrung, Kecamatan Batealit, Jepara, kerajinan ini menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakatnya.

Di Desa Bantrung, daun pandan duri biasa dibuat sebagai bahan baku pembuatan anyaman untuk kursi dan tikar. Secara turun tumurun, masyarakat desa ini sudah menguasai teknik pembuataanya. Tak heran jika desa ini kemudian dikenal sebagai desa perajin anyaman pandan di Jepara.

Namun demikian, potensi besar ini tampaknya belum optimal dikembangkan. Salah seorang perajin anyaman pandan di Bantrung, Ahmad Sodiqin, mengatakan sampai saat ini masih banyak perajin pandan di desanya.

Di antaranya adalah membuat anyaman untuk kursi dan memproduksi tikar. Namun ketrampilan ini tampaknya mulai menghadapi tantangan. Ketrampilan ini menghadapi kenyataan tidak lagi diminati oleh generasi muda.

“Sebagian besar perajin yang ada saat ini sudah berusia senja. Minat generasi muda sedikit sekali untuk tertarik ketrampilan ini.” Ujar Ahmad Sodiqin, Senin (29/7 2019).

Selain masalah regenerasi pengrajin, tantangan yang saat ini dihadapi adalah persoalan inovasi produk. Masyarakat seperti stagnan dalam mengkreasi bentuk kerajinan yang dibuatnya. Sehingga diharapkan ada inovasi karya baru yang dapat dihasilkan dari pandan duri.Dulu, pernah ada pihak yang memberikan pelatihan untuk membuat aneka kerajinan dari bahan daun pandan duri. Namun kegiatan itu hanya sebentar, dan berhenti begitu saja tanpa ada kelanjutannya.“Pemberdayaan kepada para perajin daun pandan, sebenarnya sangat kami butuhkan. Sehingga kami bisa berkembang lebih baik lagi. Kami sebenarnya ingin sekali bisa mengembangkannya, karena saya kira ini potensi luar biasa,”tambahnya.Potensi ini, mendapatkan perhatian dari para mahasiswa KKN Unisnu Jepara. Mereka kembali mengenalkan beberapa inovasi produk anyaman daun pandan duri. Seperti hiasan dinding, tempat tisu, vas bunga, suvenir, dan benda bermanfaat lainnya.Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler