Unisnu Dampingi Ponpes Al-Mustaqim Jepara Kelola Sampah Mandiri
Budi Santoso
Selasa, 6 Agustus 2019 16:05:29
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Ponpes ini memiliki ratusan santri, sehingga mempunyai potensi masalah kebersihan dan sampah. Oleh karenanya, tim LPPM Unisnu Jepara tergerak untuk melakukan pendampingan.
Tim pengabdian masyarakat UNISNU Jepara ini diketuai Muhammad Choiru Zulfa. Mereka melakukan pelatihan bekerja sama dengan UPTD TPA Bandengan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jepara.
Para santri dilatih untuk memproses sampah, terutama sampah jenis organik untuk menjadi pupuk.
“Masalah utama yang dihadapi Pondok Pesantren Al Mustaqim adalah kesadaran tentang keberadaan dan dampak yang ditimbulkan akibat pengelolaan sampah yang tidak baik. masih rendah. Dikarenakan masih minimnya pengetahuan dan wawasan tentang sampah dan cara-cara pengelolaannya,” katanya, Selasa (6/8/2019).
Zulfa menyebut, penanganan sampah di Ponpes Al-Mustaqim saat ini belum sampai pada tahap daur ulang. Cara penanganan sampah masih dilakukan secara konvensional, yakni mengubur atau membakar sampah-sampah tersebut.
”Kami akan memberi pelatihan pengelolaan sampah, dan meningkatkan kesadaran santri dalam memilah dan memilih sampah sesuai dengan jenisnya yaitu organik dan nonorganik,” ujarnya.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



