Lagi Kebakaran Gudang Mebel Terjadi di Jepara, Gara-Gara Open Pengering Kayu
Budi Santoso
Jumat, 9 Agustus 2019 08:19:35
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Bangunan Open Pengering Kayu milik H. Nursalim di Desa Rengging, RT4 RW 2 Kecamatan Pecangaan, habis terbakar. Penyebab kebakaran ini diduga karena open tersebut mengalami over temperature. Panas yang berlebih, akhirnya membuat kayu yang dikeringkan terbakar.
Kabid Damkar (Pemadam Kebakaran) di Kantor Satpol PP dan Damkar, Surana menyatakan upaya pemadaman berlangsung beberapa jam. Pihaknya mengerahkan 2 unit mobil pemadam dan 2 unit mobil penyuplai air. Bersama warga sekitar akhirnya pemadaman berhasil dilakukan.
“Kemungkinan penjaga open ini keliru dalam memperhitungkan panas yang ada di dalam ruangan. Sehingga temperatur menjadi tinggi di luar perhitungan. Temperatur tinggi diduga memicu terjadinya kebakaran ini,” ujar Surana, Jumat (9/8/2019) pagi.
Kejadian ini kali pertama dilaporkan oleh H Nursalim pemilik bangunan open kayu tersebut. Surana menyatakan pihaknya kemudian mengerahkan 9 petugas pemadam kebakaran untuk mengatasi kebakaran ini.
Baca: Gudang Mebel di Jepara Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 4 Miliar
Masyarakat di sekitar lokasi kejadian juga ikut membantu upaya ini. Mereka berusaha menyelamatkan kayu-kayu yang masih mungkin bisa diselamatkan. Namun kebakaran tetap saja menimbulkan kerugian materiil.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



