Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Seksi Perdagangan Luar Negeri pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jepara Edi Widodo menyebutkan, kenaikan nilai ekspor yang terjadi dalam dua tahun terakhir mencapai 50 persen. Angka ini dinilai saja sangat fantastis.

Sebelum ini, pada tahun 2016 nilai ekspor Jepara tercatat hanya sekitar US$224,6 juta. Namun seiring masuknya investasi asing, terlacak adanya kenaikan nilai ekspor secara signifikan. Tercatat pada 2017 nilai ekspor Jepara sudah naik 24,17 persen menjadi US$278,89 juta.

“Sedangkan pada 2018 kembali naik sekitar 24,57 persen menjadi US$347,41 juta. Saat ini, memasuki semester awal, nilai ekspor yang yang tercatat sudah mencapai US$187,83 juta. Jadi sejak 2016 kenaikannya sudah lebih dari 50 persen,'' ujar Edi Widodo, Selasa (13/8/2019).

Ada sekitar 17 komoditas yang diekspor dari Jepara tahun 2019 ini. Jumlah ini naik sejak tahun 2018 lalu yang hanya tercatat hanya 14 jenis komoditas.

Ferniture kayu tetap menjadi yang paling tinggi nilai ekspornya. Angkanya mencapai US$98,74 juta USD dengan tujuan ke 97 negara.

Produk garmen dan sepatu menduduki posisi kedua dengan nilai ekspor mencapai US$78,74 juta. Komuditas ini diekspor ke 41 negara tujuan.

Komuditas lainnya, adalah kayu olahan senilai US$5,48 juta yang dieskpor ke 17 negara tujuan. Selanjutnya komuditas kerajinan kayu mencapai nilai ekspor sampai US$2,61 juta ke 20 negara tujuan.
Komuditas lainnya, adalah kayu olahan senilai US$5,48 juta yang dieskpor ke 17 negara tujuan. Selanjutnya komuditas kerajinan kayu mencapai nilai ekspor sampai US$2,61 juta ke 20 negara tujuan.“Di luar itu masih ada komoditas produk logam dan kerajinan keramik. Nilainya masing-masing mencapai US$5.566 dan US$3.905. Produk-produk tersebut diekspor ke 5 negara,” tambah Edi Widodo.Secara keseluruhan sudah ada 100 negara yang menjadi tujuan ekspor yang dilakukan dari Jepara. Sampai akhir tahun diperkirakan jumlahnya akan bertambah. Keberadaan pabrik-pabrik besar PMA, menjadi faktor terjadinya perubahan nilai ekspor Jepara ini.Adanya pabrik-pabrik besar yang berorientasi ke produk ekspor memberi dampak signifikan atas nilai ekspor Jepara. Selain itu juga menyediakan banyak lapangan kerja bagi masyarakat.Meski demikian, ada dampak yang muncul bagi industri kayu yang merupakan industri asli Jepara. Saat ini banyak industri pengolahan kayu mengalami perlemahan, karena harus bersaing berebut tenaga kerja dengan pabrik-pabrik besar yang ada. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler