Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, desa-desa tersebut sudah mendapatkan dropping air bersih.

Kekeringan yang terjadi pada awal kemarau tahun ini membuat wilayah 4 desa tersebut mengalami krisis air bersih.

Meski demikian, cakupan luas kekeringan pada kemarau tahun ini, dinilai masih lebih baik dibanding tahun lalu pada bulan yang sama. Pada Agustus 2018 lampau, jumlah desa yang mengalami krisis air akibat kekeringan musim kemarau sudah mencapai 8 desa.

“Ya bisa dibilang untuk tahun ini, cakupan wilayah yang dilanda kekeringan masih belum meluas. Ini jika dibandingkan pada tahun lalu bulan yang sama. Untuk secara keseluruhan, ya belum bisa dipredisikan,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Minggu (18/8/2019).

Upaya untuk membantu masyarakat di 4 desa yang saat ini sudah mengalami krisis air, sudah dilakukan BPBD Jepara. Sejak pertengahan Juli lalu, dropping air bersih sudah dilakukan ke desa-desa tersebut.

Tandon-tandon air bersih milik BPBD Jepara sudah dikirim untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menggunakan mobil-mobil tanki, air bersih dikirimkan ke masing-masing desa 2 kali pengiriman dalam sepekan.“Seperti yang sudah-sudah, kami lakukan droping air bersih secara periodik dalam sepekan. Air bersih diharapkan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat,” tambah Arwin Noorisdiyanto.Kemarau di Kabupaten Jepara diprediksi akan mencapai puncaknya pada September 2019 mendatang. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler