Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, desa-desa tersebut sudah mendapatkan dropping air bersih.
Kekeringan yang terjadi pada awal kemarau tahun ini membuat wilayah 4 desa tersebut mengalami krisis air bersih.
Meski demikian, cakupan luas kekeringan pada kemarau tahun ini, dinilai masih lebih baik dibanding tahun lalu pada bulan yang sama. Pada Agustus 2018 lampau, jumlah desa yang mengalami krisis air akibat kekeringan musim kemarau sudah mencapai 8 desa.
“Ya bisa dibilang untuk tahun ini, cakupan wilayah yang dilanda kekeringan masih belum meluas. Ini jika dibandingkan pada tahun lalu bulan yang sama. Untuk secara keseluruhan, ya belum bisa dipredisikan,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Minggu (18/8/2019).
Upaya untuk membantu masyarakat di 4 desa yang saat ini sudah mengalami krisis air, sudah dilakukan BPBD Jepara. Sejak pertengahan Juli lalu, dropping air bersih sudah dilakukan ke desa-desa tersebut.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



