Sejak Januari 2019, Sudah Ada 60-an Kebakaran di Jepara
Budi Santoso
Selasa, 20 Agustus 2019 15:34:33
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kabid Pemadam Kebakaran (Damkar) di Kantor Satpol PP dan Damkar, Jepara, Surana menyatakan, sampai saat ini sudah ada sekitar 60 kejadian kebakaran. Kebanyakan terjadi pada gudang mebel dan oven kayu. Sedangkan lainnya ada yang terjadi di bangunan rumah, ladang tebu dan semak belukar.
Sejak Januari, saat sebenarnya masih berlangsung musim hujan, pihaknya sudah mencatat sedikitnya ada 26 kejadian kebakaran. Kejadian kebakaran didominasi rumah dan pengering kayu di industri mebel. Angka tersebut sampai Juni tahun ini.
“Memasuki musim kemarau, jumlah kejadiannya langsung meningkat drastis. Kami harus selalu ekstra siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinannya,” ujar Surana, Selasa (20/8/2019).
Mulai Juni hingga Agustus 2019 ini, saat kemarau mulai berlangsung, angka kejadian kebakaran menjadi lebih banyak lagi. Dalam bulan Juni 2019 saja sudah ada 7 kali kejadian kebakaran. Jumlah itu kemudian terus naik memasuki bulan Juli hingga Agustus ini.
Menurut Surana, pada saat kemarau, suhu panas yang terjadi, didukung angin kencang, akan mudah membuat api tidak terkendali. Dari aktivitas kecil membakar sampah saja, bisa menimbulkan bahaya kebakaran jika tidak diawasi dengan benar.
"Dari kejadian yang sudah ada, kalau kebakaran di gudang mebel sering disebabkan karena mesin oven kayu yang tidak terkontrol atau bermasalah. Jika di lahan, ada beberapa sebab. Kalau tidak karena membakar sampah, ya karena buang putung rokok sembarangan. Api membesar,” jelas Surana.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



