Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kegiatan ini diharapakan bisa menjadikan lahan pekarangan sebagai sumber gizi keluarga. Selama ini, lahan pekarangan warga tidak dimanfaatkan dengan baik. Sehingga lahan yang seharusnya bisa produktif hanya dibiarkan saja.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Semat, Seri Sukapti menyatakan sangat mendukung program kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Unisnu ini. Ia mengaku sebenarnya sudah lama ingin mengajak warga melakukan kegiatan ini.

"Pemanfaatan pekarangan rumah sebagai solusi sumber gizi keluarga dengan menanam aneka ragam sayuran ini perlu digiatkan dan dibudayakan. Kami berharap bantuan dari para mahasiswa ini bisa menumbuhkan niat dari warga," kata  Seri Sukapti, Rabu (21/8/2019).

Seri Sukapti menyatakan sangat berterima kasih karena mahasiswa Unisnu yang ber-KKN di desanya mau mengajak warganya melakukan sesuatu yang berguna. Kegiatan ini akan terus digalakan melalui kader Dasa Wisma yang berada di masing-masing RT.

Ketua DPL KKN Unisnu di Desa Semat, Siti Aliya menyatakan, pemanfaatan lahan pekarangan juga merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah penyempitan lahan. Saat ini untuk kepentingan pemukiman, lahan untuk bertanam masyarakat menjadi semakin sempit.

“Semakin menyempitnya lahan pertanian di sisi lain membuat berkurangnya hasil pertanian dan pangan. Masyarakat harus cerdas menyikapi hal ini. Memanfaatkan lahan pekarangan sebenarnya bukan hal baru. Tapi selama ini praktik di masyarakat masih lemah,” ujarnya.
“Semakin menyempitnya lahan pertanian di sisi lain membuat berkurangnya hasil pertanian dan pangan. Masyarakat harus cerdas menyikapi hal ini. Memanfaatkan lahan pekarangan sebenarnya bukan hal baru. Tapi selama ini praktik di masyarakat masih lemah,” ujarnya.Sementara itu, Koordinator Mahasiswa Unisnu Di Desa Semat,  Kholidah Munasti menyatakan dalam kegiatan ini pihaknya mencoba mengajak untuk membudidayakan cabai. Saat ini, cabai dan sayur mayur kadang mengalami kenaikan harga signifikan.Dengan menanam sendiri, masyarakat diharapkan tdak lagi terlalu bergantung dengan ketersediaan yang ada di pasar. Memanfaatkan pekarangan rumah adalah salah satu hal yang bisa dilakukan.“Dengan kemajuan teknologi seperti saat ini masyarakat bisa menggunakan media tanam hydroponik. Namun untuk membuatnya masyarakat belum sepenuhnya paham,” terangnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler