Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Direktur PDAM Jepara Prabowo menyatakan, memasuki musim kemarau, sejumlah sumur yang menjadi sumber air baku mengalami penurunan debit. Hal ini membuat produksi air bersih PDAM juga mengalami penurunan.

Dampaknya ada beberapa wilayah yang akhirnya terkena dampak. Misalnya saja di Lemah Abang (kota), Kaliombo (Pecangaan) dan Karang Aji (Kedung Malang). Di tiga wilayah itu, pasokan air PDAM sudah tidak mencukupi.

“Memang seperti itu kondisinya. Sumur sumber air baku mengalami penurunan debit, sehingga produksi air bersih juga berkurang,” ujar Prabowo, Senin (9/9/2019).

Untuk mengatasi hal itu, PDAM Jepara terpaksa melakukan droping air bersih. Hal ini dilakukan untuk tetap memberikan pelayanan kepada pelanggan. Meski diakui tetap tidak memberikan kenyamanan, namun langkah ini diharapkan bisa membantu masyarakat.

Secara keseluruhan hanya tiga desa tersebut yang saat ini mengalami dampak, akibat kemarau. Hal ini sudah biasa terjadi di saat kemarau, saat sumur-sumur milik PDAM mengalami penurunan debit air.

“Penurunan debit air yang terjadi saat ini mencapai sekitar sepuluh persen. Ini menimbulkan dampak dalam pelayananan,” tambahnya.

Di wilayah kota, kadang terjadi kemacetan aliran air. Namun hal itu bukan disebabkan karena masalah pasokan. Namun dikarenakan masalah tehnis, karena ada perbaikan jalan yang kemudian secara tak sengaja merusak jaringan PDAM.
Di wilayah kota, kadang terjadi kemacetan aliran air. Namun hal itu bukan disebabkan karena masalah pasokan. Namun dikarenakan masalah tehnis, karena ada perbaikan jalan yang kemudian secara tak sengaja merusak jaringan PDAM.Pihaknya berharap masyarakat bisa memahami situasi ini. Penggunaan air bersih diharapkan bisa dilakukan dengan hemat. Usaha penghematan juga harus dilakukan agar kebutuhan air bisa dicukupi.Sementara itu, Sefti Novianti (27), warga Kedung Malang, menyatakan aliran PDAM di wilayahnya selalu mengalami persoalan. Pada saat musim penghujan, air memang banyak, namun kualitasnya tidak tentu bagus.Sedangkan pada musim kemarau, aliran air PDAM bisa dikatakan tidak ada. Warga harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhannya. Sudah begitu, sebagai pelanggan PDAM, warga tetap harus membayar kendati kadang servis yang didapatkan tidak memuaskan.“Kemarau atau tidak sama saja bermasalah. Namun pada kemarau memang harus kami akui lebih merepotkan kalau urusan kebutuhan air. Kami berharap ada perubahan yang bisa dilakukan oleh PDAM agar masyarakat merasa puas terlayani,” ujar Sefti. Reporter: Budi ErjeEditor: Supriyadi

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler