Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, kemarau sudah mulai menimbulkan masalah di beberapa desa. Hingga, Selasa (10/9/2019), sudah ada sembilan desa di Jepara yang mengalami krisis air bersih.

Desa-desa tersebut adalah Desa Kaliombo (Pecangaan), Kedungmalang, Karangaji (Kedung), Desa Raguklampitan (Batealit), Blimbingrejo, Tunggulpandean (Nalumsari), Pendem (Kembang), Desa Kunir dan Jlegong (Keling).

“Kami berharap, luasan kekeringan tidak lagi bertambah hingga musim kemarau tahun ini berakhir. Saat ini kami terus berupaya untuk bisa memberikan akses air bersih melalui program droping air,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Selasa (10/9/2019).

Sementara itu, masih berkait dengan kemarau, Direktur PDAM Jepara, Prabowo meminta masyarakat untuk bisa memahami jika ada masalah pada pelayanan pihaknya. Penurunan debit air pada sumur-sumur milik PDAM membuat ada beberapa pelayanan yang terganggu.

Sampai saat ini, produksi air bersih PDAM Jepara memang masih bergantung pada sumber air tanah. Sebanyak 100-an sumur saat ini digunakan sebagai sumber air baku yang digunakan. Sejauh ini penurunan debit air mencapai 10 persen, dan diharapkan bisa pulih kembali setelah musim penghujan datang.

“Situasinya memang seperti itu. Kami mohon maaf jika ada pelayanan yang terganggu,” terangnya.PDAM Jepara sendiri sudah menyiapkan program untuk mencoba memanfaatkan air permukaan. Bendung Bapangan yang saat ini sudah mulai dibangun, diharapkan bisa segera beroperasi.Rencananya pada tahun 2020 nanti sudah akan dibangun Instalasi pengolah air. Sehingga pada tahun 2021, pengolahan air dari Bendungan Bapangan sudah bisa dioperasikan. Dari sumber ini diharapkan ada kecukupan air bersih yang bisa disalurkan ke masyarakat. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler