Kekeringan di Jepara Diprediksi Hingga Akhir November
Budi Santoso
Selasa, 10 September 2019 17:07:24
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jepara, Arwin Noor Isdiyanto menyatakan, kemarau sudah mulai menimbulkan masalah di beberapa desa. Hingga, Selasa (10/9/2019), sudah ada sembilan desa di Jepara yang mengalami krisis air bersih.
Desa-desa tersebut adalah Desa Kaliombo (Pecangaan), Kedungmalang, Karangaji (Kedung), Desa Raguklampitan (Batealit), Blimbingrejo, Tunggulpandean (Nalumsari), Pendem (Kembang), Desa Kunir dan Jlegong (Keling).
“Kami berharap, luasan kekeringan tidak lagi bertambah hingga musim kemarau tahun ini berakhir. Saat ini kami terus berupaya untuk bisa memberikan akses air bersih melalui program droping air,” ujar Arwin Noor Isdiyanto, Selasa (10/9/2019).
Sementara itu, masih berkait dengan kemarau, Direktur PDAM Jepara, Prabowo meminta masyarakat untuk bisa memahami jika ada masalah pada pelayanan pihaknya. Penurunan debit air pada sumur-sumur milik PDAM membuat ada beberapa pelayanan yang terganggu.
Sampai saat ini, produksi air bersih PDAM Jepara memang masih bergantung pada sumber air tanah. Sebanyak 100-an sumur saat ini digunakan sebagai sumber air baku yang digunakan. Sejauh ini penurunan debit air mencapai 10 persen, dan diharapkan bisa pulih kembali setelah musim penghujan datang.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



