Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Bukannya anak-anak zaman sekarang tak suka, tapi mungkin memang karena belum mengenal permainan itu. Untuk menghidupkan kembali eksistensi dolanan tradisional anak, di Desa Kecapi, Jepara, digelar sebuah acara bernama ‘Olimpiade Dolanan Anak’ (Odolan).

Lembaga Bimbingan Belajar Rumah Belajar Ilalang (LBB-RBI) Desa Kecapi, menyelenggarakan kegiatan ini untuk kesekian kalinya. Ajang ini diharapkan bisa menghidupkan kembali kejayaan dolanan kuno, yang telah jarang disentuh.

Salah satu tokoh LBB-RBI, Den Hasan menyebut ini merupakan sebuah inovasi dalam menjaga kearifan lokal. Odolan sengaja kembali digelar untuk menjaga kelestarian budaya bangsa. Beragam dolanan kuno ini mulai terancam dan hampir punah.

Saat ini anak-anak sudah banyak disibukkan dengan bermain gawai dan permainan modern. Jika tidak dikenalkan, dan diajarkan kepada mereka, dolanan tradisi yang sangat bagus ini bisa lenyap.

“Olimpiade dolanan anak sudah menjadi program tahunan kami di LBB-RBI. Semula berangkat dari membaca keadaan yang terjadi. Setiap tahun permainan anak semakin berkembang, dan melupakan yang tradisional,” ujar Den Hasan, Minggu (15/9/2019).

Odolan yang digelar tidak hanya mengajak anak bermain. Namun, anak-anak yang terlibat juga diberikan pengetahuan mengenai sejarah, dan manfaat dibalik beragam dolanan tradisional.

Dari kegiatan ini diharapkannya dapat memacu dan memotivasi komunitas lain, untuk turut menjaga warisan budaya. Termasuk di dalamnya lembaga sekolah di Jepara.

“Hasilnya Odolan memberikan juga wawasan kembali bagi para penggiat dolanan di Jepara. Dengan permainan tradisional kita tahu bahwa anak-anak akan semakin aktif, interaktif, dan bisa bersosialisasi,” tambah Den Hasan.Acara dolanan berlangsung seru. Terbukti sengatan matahari atau hempasan debu tak mampu surutkan semangat anak-anak pelajar TK dan SD. Tidak hanya anak-anak, antusiasme juga dirasakan para guru. Aksi ini bisa jadi justru bangkitkan kenangan nostalgia mereka.Sukaryati, salah seorang guru TK mengatakan jika dolanan tradisional sejatinya sarat makna. Mulai dari pesan moral hingga filosofi pendidikan.Selain bermanfaat untuk membentuk karakter anak, meningkatkan kemampuan fisik, dan juga dapat mengasah kemampuan bersosialisasi dan mengajarkan kebersamaan, serta taat akan aturan.“Sebuah langkah sederhana yang mengingatkan generasi muda, bahwa bangsanya kaya akan budaya,” kata Sukaryati memberikan pendapatnya. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler