Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sesuai Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009, setiap tanggal 2 Oktober telah dinyatakan sebagai Hari Batik Nasional. Pemilihan tanggal ini sesuai keputusan UNESCO, yaitu badan PBB yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.

"Mari kita nguri-uri warisan nenek moyang yang adiluhung ini. Kita rawat dan kita tumbuh kembangkan bersama agar kearifan lokal ini semakin lestari, tidak punah karena perkembangan jaman," kata Dian Kristiandi, Selasa (1/10/2019)

Batik merupakan kekayaan sosio kultural bangsa Indonesia yang sudah diakui dunia. Bagi bangsa Indonesia, batik bukan hanya identitas dan jati diri, namun juga merupakan simbol pemersatu bangsa.

Tidak hanya Aparatur Sipil Negara (ASN), tapi seluruh masyarakat dari berbagai profesi dan kalangan, serta pelajar di Jepara, diminta untuk mengenakan batik sebagai bukti cinta budaya bangsa.

"Selamat Hari Batik Nasional. Saya ajak segenap pegawai di Lingkungan Pemkab dan segenap warga Jepara, mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober besok. Saya anak Indonesia, saya bangga menggunakan batik. Saya anak Jepara, saya bangga memakai batik Jepara," tambah Dian Kristiandi.
"Selamat Hari Batik Nasional. Saya ajak segenap pegawai di Lingkungan Pemkab dan segenap warga Jepara, mengenakan batik pada tanggal 2 Oktober besok. Saya anak Indonesia, saya bangga menggunakan batik. Saya anak Jepara, saya bangga memakai batik Jepara," tambah Dian Kristiandi.Selain terkenal dengan produk ukirnya. Jepara juga mempunyai potensi kerajinan batik. Seni batik ini telah ada sejak era Raden Ajeng Kartini.Batik saat itu diajarkan dan dikerjakan oleh kaum ibu untuk mengisi waktu luang mereka. Salah satu motif yang dikenal adalah motif bunga kantil, yang merupakan pohon yang ditanam di belakang Pendapa Kabupaten Jepara. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler