Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sesuai dengan informasi dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (10/10/2019) wilayah Jepara mengalami fenomena yang juga disebut Kulminasi Utama itu.

Fenomena ini akhirnya membuat masyarakat Jepara banyak yan mencoba membuktikannya. Seperti halnya yang terjadi di kampung Surodadi, Mulyoharjo, Jepara. Sejumlah warga mencoba membuktikan informasi yang sudah beredar di masyarakat tersebut.

Mereka dengan sengaja berdiri di tengah salah satu halaman rumah warga untuk membuktikan informasi tersebut. Pada sekitar jam 11.24 WIB, mereka sengaja berdiri untuk melihat apakah mereka benar-benar tidak membuat bayangan dari sinar matahari yang memancar terik siang itu.

Salah seorang warga, A Sutarto (42) mengaku penasaran dengan kabar yang telah beredar. Pada kesempatan itu Sutarto mengaku tetap melihat bayangan meskipun bentuknya tidak besar. Bisa jadi hal itu disebabkan dirinya dan rekan-rekannya sedikit terlambat untuk mendapatkan momen tersebut.

“Tadi masalahnya agak berawan. Jadi kami sempat menunggu dalam beberapa waktu untuk bisa melihat bayangan yang timbul. Mungkin posisi matahari sudah sedikit bergeser sehingga bayangan masih terlihat sedikit,” ujar Sutarto, Kamis (10/10/2019).

Baca: Jepara Bakal Jadi Wilayah Pertama di Jateng yang Alami Hari Tanpa Bayangan

Pada kesempatan itu, Babinsa Mulyoharjo Serka Muryono juga ikut  bergabung dengan warganya. Melihat warga berkumpul, dirinya kemudian ikut bergabung untuk sama-sama menikmati fenomena alam tersebut.“Tadi saya sebenarnya lagi berkeliling. Lha kok ada warga kumpul-kumpul. Ya sudah akhirnya saya ikut bergabung untuk bersama-sama membuktikan hari tanpa bayangan ini. Jadi memang bayangan yang muncul tidak seperti biasannya,” ujar Serka Muryono.Fenomena Hari Tanpa Bayangan, menurut BMKG disebutkan akan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Wilayah Kabupaten Jepara merupakan daerah pertama yang mengalami fenomena ini, karena berada paling utara Pulau Jawa.Fenomena hari tanpa bayangan, menurut BMKG terjadi karena posisi matahari tepat berada di atas kepala. Sehingga bayangan yang terbentuk bisa dikatakan tidak ada. Meski dalam kenyataannya masih ada juga sedikit bayangan yang muncul. Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler