Inseminasi Buatan Gratis untuk Ternak di Jepara Ditarget 22.200 Kali
Budi Santoso
Senin, 14 Oktober 2019 16:15:56
Apresiasi Pembaca
Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com
Syarat dan Ketentuan
Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.
Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan di DKPP Jepara Mudhofir menyatakan, ada dua program yang digulirkan untuk misi ini. Program tersebut adalah Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) dari Kementerian Pertanian dan Jaminan Inseminasi Buatan (Jimat) dari Pemkab Jepara.
Rinciannya dari program Ubsus Siwab ada 19.200 kali inseminasi dan dari program Jimat ada 3.000 inseminasi buatan gratis.
Pada tahun lalu inseminasi buatan dilakukan sampai 21.304 kali. Melalui program ini, masyarakat pemilik ternak tidak perlu menyiapkan dana untuk melakukan iseminasi buatan.
“Silahkan. Masyarakat yang memiliki ternak siap kawin, bisa langsung menghubungi petugas dari DKPP untuk diberikan inseminasi. Sebelum ada program ini, memang harus menyediakan dana. Tapi dengan program ini, gratis,” ujar Mudhofir, Senin (14/10/2019).
Pemkab Jepara berharap dengan program ini populasi ternak bisa meningkat. Program ini yang dititik beratkan adalah ternak sapi. Jika pada tahun 2018 ada sekitar 10 ribu kelahiran melalui isemenisasi buatan, maka pada tahun ini jumlahnya diharapkan bisa melebihi.
Program isemenasi buatan seperti ini diakui tetap saja menyisakan potensi kelahiran ternak yang hilang. Hal ini bisa terjadi karena meski sudah diinsemenasi, kadang-kadang para pemilik ternak tetap menjual ternaknya karena kebutuhan.
Baca Juga
Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik
WhatsApp Channel
&
Google News



