Senin, 27 Juli 2026

Apresiasi Pembaca

Kirimkan apresiasi Anda untuk mendukung jurnalisme bersih dan profesional Murianews.com

Syarat dan Ketentuan

Definisi Apresiasi Pembaca adalah fitur dukungan dari pembaca kepada Murianews.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.

Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.

Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.

Murianews.com tidak berkewajiban memberikan balasan atas kontribusi, namun kami menghargai setiap dukungan yang diberikan.


Sebanyak 136 desa yang akan menggelar Pilpet tersebar di 15 kecamatan. Asissten I Sekda Jepara Abdul Syukur menyatakan, Kecamatan Mayong yang terbanyak menyelenggarakan Pilpet. Ada 15 desa yang akan menggelar Pilpet di kecamatan tersebut.

Dua kecamatan lain, masing-masing Nalumsari dan Kedung ada 14 desa yang akan menggelar Pilpet. Lalu disusul Tahunan (11 desa), Kembang dan Bangsri masing-masing 10 desa.

“Kalau kecamatan yang desanya paling sedikit menggelar Pilpet ya Kecamatan Kota Jepara. Wilayah ini hanya akan ada tiga desa yang akan menggelar Pilpet,” ujar Abdul Syukur, Rabu (16/10/2019).

Tiga desa yang akan menggelar Pilpet di wilayah Jepara Kota adalah Mulyoharjo, Kuwasen dan Bandengan.

Hal ini terjadi karena di wilayah Kecamatan Jepara, banyak wilayah yang bentuk pemerintahan desanya berupa kelurahan. Sehingga tidak menggelar Pilpet, karena jabatan lurah ditunjuk Pemkab Jepara.Sementara itu, Pakis Aji dan Mlonggo juga termasuk wilayah yang paling sedikit desannya menggelar Pilpet. Masing empat desa dan lima desa. Kecamatan lainya, Kembang dan Bangsri (10 desa), Batealit (9), Keling dan Welahan (8), Donorojo dan Kalinyamatan (7). Reporter: Budi ErjeEditor: Ali Muntoha

Baca Juga

Follow Murianews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News

Terpopuler